Abrasi Warga Khawatir, Abrasi Jineng Agung Kian Parah

Abrasi
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Negara, balipuspanews.com – Pihak terkait belum menangani maksimal abrasi di pantai Jineng Agung, Gilimanuk yang porak- poranda dan keberadaannya
mengancam pemukiman warga yang tersisa.

Kami sangat khawatir jika ombak besar kembali terjadi. Kami berharap untuk
sementara menunggu pembangunan pengaman pantai seperti di pantai selatan bisa dibantu alat berat guna menata kembali buis-buis yang terkubur pasir sebagai penahan ombak,” ujar salah seorang warga.Jero, Senin (21/8) pagi.

Ia mengatakan  abrasi tersebut sudah membuat jalan yang menjadi akses warga juga putus dan belasan rumah warga semakin terancam. Tetapi hingga kini pantai yang porak-poranda belum ditangani karena kewenanganya ada di provinsi.

Karena abrasi di pantai Jineng Agung belum tertangani warga yang rumahnya terancam semakin khawatir. Sebab, jika ombak besar kembali dating maka rumah mereka akan hancur.

Warga sudah beberapa kali mengusulkan agar abrasi tersebut segera ditangani. Jika memang belum bias dibangun pengaman pantai warga berharap solusi sementara yakni diberikan bantuan alat berat untuk mengangkat buis yang terkubur di pantai sehingga bias dipasang kembali seperti sebelumnya guna menahan gempuran ombak.

Namun bantuan alat berat itu juga belum terealisasi karena terbentur biaya untuk biaya bahan bakar.

I Nyoman Cenik, salah satu warga
Mengaku setiap malam bisa tidur takut air naik.

“Rumah kami sudah dekat dengan laut,” ujarnya.

Begitupula dengan rumah Kiang Nyoman Cenik kini sudah terancam terpaksa disangga dengan bambu. Karena belum tertangani, warga juga sempat memaang sepanduk putih bertuliskan “ Semeton Gilimanuk Bersatu “ Selamatkan Daratan Kami Dari Abrasi, Kami Butuh Tindakan Nyata, Bukan Janji Palsu”.

Spanduk protes itu dipasang karena selama ini usulan penanganan abrasi yang mereka ajukan belum ada penanganan.

Padahal akibat abrasi tersebut, buis yang dipasang sudah luluh lantak dan banyak rumah yang hancur.

Memang sempat anggota DPRD Jembrana berjanji untuk memperjuangkan penanganan abrasi tersebut. Namun sampai sekarang abrasi yang semakin parah masih tetap dibiarkan.

Sementara itu Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa yang sempat meninjau abrasi di Jineng Agung mengatakan prihatin dengan makin parahnya abrasi di wilayah tersebut.

“Abrasi ini kalau dibiarkan maka dua tahun lagi rumah warga yang didekat pantai akan habis,” ujarnya.

Pihaknya berjanji akan memperjuangkannya, agar abrasi ini mendapatkan penanganan.

Tinggalkan Komentar...