Bertahun-tahun Rusak, Pura Taman Belatung Tak Kunjung Diperbaiki

Singaraja, balipuspanews.com – Hampir dua tahun berlalu, kawasan suci Pura Taman Belatung terletak di Banjar Dinas Melanting, Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng tak tersentuh perbaikan.

Lambannya penanganan bencana dari pemerintah kabupaten (pemkab) Buleleng menjadi buah pertanyaan di kalangan pemedek juga masyarakat desa setempat.

Pemangku Pura Taman Belatung, Ida Mangku Anom (52) saat ditemui tak menampik kerap menerima keluhan dari masyarakat khususnya pemedek yang melaksanakan persembahyangan.

Para pemedek menanyakan kelanjutan rencana perbaikan di kawasan Pura Belatungan.

Paling membuatnya seringkali dirundung rasa bimbang dan malu saat menjawab ketulusan bakti yang disampaikan sejumlah pemedek.

Para pemedek secara langsung meminta kepadanya agar diperbolehkan menghaturkan bahan bangunan, juga patung agar Pura Belatung bertujuan agar bangunan Pura secepatnya berdiri seperti sediakala.

“Malu juga untuk menjawab keinginan umat yang ingin membangun kembali kawasan Pura Taman Belatung, sehingga kami pun terpaksa meminta kepada umat agar menghubungi mantan Perbekel Banyupoh, Putu Sukerata,” katanya.

Meski demikian, dirinya menaruh harapan besar kepada pihak-pihak terkait khususnya Pemkab Buleleng untuk bisa secepatnya melaksanakan rehabilitasi Pura Taman Belatung.

“Tanpa mengurangi rasa hormat, kepada Bapak Bupati Buleleng, saya meminta dan mohon agar kawasan suci Pura Taman Belatung bisa segera direhab kembali,” harapnya.

Sementara itu, Putu Sukerata notebene mantan Perbekel Desa Banyupoh ditemui di kediamannya menjelaskan bahwa pasca musibah banjir bandang yang memporakporandakan kawasan suci Pura Taman Belatung pada awal bulan Januari 2016, sejatinya pihaknya saat itu sudah langsung mengajukan usulan rehabilitasi.

“Begini, usulan rehabilitasi bangunan Pura sudah kami ajukan berbentuk sebuah proposal senilai Rp 800 juta, dan itu sudah berdasarkan rembug bersama Dinas PUPR Buleleng,” ujarnya Senin, (21/8) sore.

Sebelum proposal bernilai Rp 800 juta tersebut diajukan ke tiga instansi pemerintah, selang beberapa hari setelah musibah banjir bandang Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana datang untuk meninjau lokasi bencana di Desa Banyupoh.

Nah, saat meninjau lokasi bencana Bupati Suradnyana sempat mengintruksikan kepada instansi terkait agar langsung menganggarkan dana tunai tanggap darurat bencana sejumlah Rp 300 juta.

Namun, karena dari hitungan sementara dana tunai tanggap darurat tersebut dirasa kurang mencukupi, pihak desa meminta kepada Pemkab Buleleng agar merealisasikan pendirian Pura. Lalu, pihak pemerintah desa pun disarankan untuk mengajukan usulan berupa proposal ditujukan ke Pemkab Buleleng.

“Kalau dihitung, bantuan tunai Rp 300 juta itu tidak mencukupi untuk rehabilitasi kawasan suci di Pura Taman Belatung, Pura Sudamala serta Pura Bedugul. Kalau usulan proposal itu sudah lengkap, termasuk RABnya. Proposal itu dajukan ke BPBD Buleleng, Provinsi dan Pusat,” ungkapnya.

Disinggung terkait keinginan pemedek mendirikan kembali kawasan suci Pura Taman Belatung, Sukerata kembali menjelaskan bahwa alasan dirinya menolak bantuan tersebut lantaran masih menunggu kepastian dari Pemkab Buleleng.

“Selain menunggu jawaban usulan proposal dari Pemkab Buleleng, alasan kami menolak sumbangan dari pemedek karena proposal itulah yang direkomendasi oleh PHDI. Ya, PUPR yang melakukan kordinasi dengan PHDI merekomendasi pelinggih-Pelinggih di Pura Taman Belatung. Kami tidak mau gegabah, dan sampai saat ini tetap setia menunggu tindak lanjut serta jawaban dari Pemkab Buleleng,” pungkasnya.

Seperti diketahui, kawasan suci Pura Taman Belatung luluhlantak lantaran diterjang banjir bandang Sabtu, 23 Januari 2016.

Meski diterjang banjir bandang yang meluluhlantakkan hampir seluruh bangunan pura, namun fenomena ajaib terjadi di Pura Belatung. Pelinggih berupa patung Ganesha masih berdiri kokoh di tengah terjangan air bah kala itu.

Tinggalkan Komentar...