Buleleng Kembangkan Pertanian Berbasis Teknologi Nuklir

Singaraja, balipuspanews.com – Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama antara Pemkab Buleleng dengan pihak Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dilaksanakan bersamaan dengan acara Bussiness Comittment Meeting and Gala Dinner serangkaian simposium internasional yang diselenggarakan oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bekerjasama dengan Universitas Pendidikan Ganesha.

Jalinan kerjasama antara Pemkab Buleleng dengan BATAN dilaksanakan di halaman Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Jumat (11/8) malam.

Kepala BATAN, Prof. Dr. Djarot Sulistio Wisnubroto ditemui usai acara menjelaskan bahwa dua bulan lalu, Bupati Buleleng mengunjungi kantornya dan berdiskusi bagaimana meningkatkan komoditas terutama buah-buahan di Buleleng.

Terutama, penanganan hama yang sering menjadi keluhan para petani buah di Buleleng.

Nah, pihak BATAN lalu menawarkan teknologi yang bernama iradiator. Teknologi iradiator gamma merupakan suatu alat pada teknologi nuklir yang sudah lazim digunakan di berbagai negara dan aman. Saat ini, Indonesia sudah membangun teknologi tersebut di Serpong, Tangerang.

“Teknologi tersebut bisa digunakan dan bisa dimanfaatkan. Bisa jadi teknologi tersebut bisa dibangun di Buleleng. Teknologinya bagus misalnya untuk ekspor buah ataupun domestik,” jelasnya.

Mengenai kerjasama dengan Buleleng, dirinya kembali mengatakan kalau memang itu pertanian yang menjadi fokus utama pembangunan di tahun 2018 seperti pertanian padi, BATAN memiliki banyak varietas unggul yang produktivitasnya banyak dan juga rasanya enak. Selain itu, untuk buah-buahan, agar tahan lama memamakai teknologi radiasi. Teknologi yang akan di share juga tentang radiasi untuk pengolahan buah-buahan.

“Nanti kita akan bantu Kabupaten Buleleng dalam mengembangkan pertanian melalui teknologi nuklir ini,” ujar Djarot.

Sementara itu, Bupati Agus Suradnyana mengungkapkan rencana kerjasama ini sudah di setting sejak lama dengan Undiksha.

Pemkab Buleleng juga sudah melihat langsung pemanfaatan nuklir untuk kesehatan, pertanian untuk pasca panen serta benih-benih unggulan. Ke depan, sesuai dengan konsep untuk memajukan pertanian di Kabupaten Buleleng, kerjasama ini bisa bermanfaat.

“Malam ini kita tandatangani MoU dengan BATAN. Mudah-mudahan kerjasama ini bermanfaat untuk masyarakat. Pak Kepala BATAN juga sangat mendukung,” ungkapnya.

Teknologi pertanian lanjut Bupati Suradnyana berupa penanganan pasca panen serta bibit unggul akan diserap oleh Pemkab Buleleng dalam kerjasama ini.

Teknologi Iradiator gamma juga akan diaplikasikan melalui kerjasama ini. Saat ini sudah dibangun satu di Serpong, Tangerang. Pemerintah pusat sudah mencanangkan pembangunan satu lagi teknologi iradiator gamma.

“Mudah-mudahan pembangunan teknologi iradiator gamma lagi satu bisa kita lobi agar dibangun di Buleleng. Kita usaha untuk lobi dulu agar tujuan tersebut tercapai,” imbuhnya.

Bussiness Comittment Meeting and Gala Dinner ini digelar serangkaian dengan Simposium Internasional bertajuk “The Application of Nuclear Technology as a Key Element to Promote Competitive National Industrial Products, Energy, Health, Agriculture, Industry and Environment”.

Simposium yang diselenggarakan oleh Kemeristekdikti untuk memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ini berlangsung dari tanggal 9-11 Agustus 2017.

Kegiatan ini dihadiri oleh 29 keynote speaker dan 300 delegasi dari 14 negara. Para delegasi ini juga menandatangani perjanjian kerjasama di bidang teknologi nuklir antara BUMN, BUMD, Lembaga Internasional, Universitas di Indonesia dan perusahaan-perusahaan internasional. Dibuka langsung oleh Anggota Wantimpres, Suharso Monoarfa dan ditutup secara resmi oleh Kepala BATAN, Prof. Dr. Djarot Sulistio Wisnubroto.

Leave a Reply