Capai Moksa, Maha Guru Aertrya Narayana Lanjutkan Tapa Semedi di Goa Panca Pandawa

Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Singaraja, balipuspanews.com – Pasca dievakuasi oleh masyarakat bersama petugas KRPH Provinsi Bali dari hutan di lereng perbukitan Antab Sai Desa Tambakan, Jumat (18/8) lalu, petapa Maha Guru Aertrya Narayana akhirnya kembali melanjutkan tapa semedi di Goa Panca Pendawa.

Informasi dihimpun, mencapai Moksa (kelepasan atau kebebasan dari ikatan duniawi) petapa Maha Guru Aertrya Narayana memutuskan melanjutkan pertapaannya di Goa Panca Pandawa yang terletak di kawasan hutan Dusun Mengandang, Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng.

“Maha Guru Aertrya Narayana sejak kemarin sudah pindah, dan melanjutkan tapa semedi di Goa Panca Pandawa di tengah hutan Dusun Mengandang,” kata Komang Awit (40) salah seorang pengikut Maha Guru Aertrya Narayana, Minggu (20/8) sore.

Dipilihnya lokasi Goa Panca Pendawa lantaran sebelumnya, kehadiran Maha Guru Aertrya Narayana asal Puri Kesiman diprotes oleh masyarakat Desa Tambakan lantaran tinggal tanpa ijin dan dianggap mencemari sumber mata air bersih desa setempat.

“Ya memang, selama bertapa dimanapun Maha Guru pasti tinggal di dekat sumber mata air,” terangnya.

BERITA TERKAIT:

Menurutnya, ijin tinggal menjalani tapa semedi Maha Guru Aertrya Narayana saat ini sedang dalam proses pengurusan oleh pihak keluarga dan yayasan.

Nah, ia bersama sejumlah pengikut Maha Guru Aertrya Narayana secara ikhlas mempersiapkan segala bentuk kebutuhan yang diperlukan selama sang Maha Guru menjalani pertapaan.

Komang Awit mengungkapkan bahwa Maha Guru Aertrya Narayana banyak memiliki pengikut tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Buleleng.

“Ini kami akan bawakan barang-barang yang dulu dipakai Maha Guru di Bukit Antab Sai menuju ke Goa Panca Pandawa. Ya, kami bawakan terpal, ember, selimut, dan makanan juga dupa. Hanya patung Dewa Wisnu saja kami tidak pindahkan karena sangat berat,” jelasnya.

Disinggung terkait asal-usul nama Goa Panca Pandawa, Awit menyebut nama goa itu diberikan oleh Maha Guru Aertrya Narayana.

Tak hanya Goa Panca Pandawa, Maha Guru Aertrya Narayana rupanya sudah melanglang buana ke sejumlah wilayah di Buleleng seperti kawasan Batu Belah dan Batu Bolong.

“Tujuan akhir beliau untuk mencapai Moksa, Maha Guru sudah memiliki gelar, dan putus dari kepentingan duniawi. Kalau beliau meninggal di dalam hutan, baik itu akibat ancaman binantang buas dan meninggal karena sebab lain, itu sudah dianggap Moksa,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar...