Jebol dan Atap Bocor, Kerusakan Gedung SDN 2 Tamblang Segera Direnovasi

Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Singaraja, balipuspanews.com – Kerusakan pada bangunan SDN 2 Tamblang yang berlokasi di Banjar Dinas Kelampuak, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng mendapat perhatian khusus dari Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa.

“Paling mendesak untuk mendapatkan penanganan yakni senderan gedung sekolah karena bangunannya sudah tergerus, sangat curam sehingga itu sangat membahayakan kenyamanan proses belajar mengajar,” kata Kadis Suyasa, Minggu (20/8) didampingi Kepala SDN 2 Tamblang, Ketut Darmawan.

Dari hasil pemantauan, pihaknya mengaku akan menurunkan tim konsultan untuk mengecek dan menganalisa kerusakan yang terjadi, sehingga nantinya dapat tergambar berapa jumlah anggaran yang perlu disiapkan untuk proses rehabilitasi tersebut.

Rencana pengajuan rehab sekolah nantinya juga termasuk pembangunan ruang guru yang dipastikannya akan dilakukan bersamaan dengan rehab kerusakan yang terjadi di SDN 2 Tamblang.

“Dengan adanya ruang guru yang baru nanti, SDN 2 Tamblang dengan enam ruang kelas, dapat melaksanakan proses belajar mengajar dengan maksimal,” ungkapnya.

Kepala SDN 2 Tamblang, Ketut Darmawan menuturkan hampir selama 15 tahun gedung sekolah mengalami sejumlah kerusakan.

Gedung sekolah, sambung Darmawan sudah berdiri sejak 1946, dan selama ini belum pernah direnovasi secara total.

“Atap seng di sejumlah ruang kelas sudah banyak bocor hingga sangat mengganggu kenyamanan belajar para siswa,” terangnya.

Darmawan juga mengungkapkan bahwa sejauh ini gedung sekolah yang dibangun setahun setelah tahun kemerdekaan itu, baru sempat direnovasi pada bagian lantai. Sedangkan untuk bangunan fisik induk termasuk atapnya belum tersentuh.

Karena usianya sangat tua, beberapa kayu yang menopang atap mulai keropos. Selain juga atap yang berbahan seng, dikatakan sangat berisik ketika hujan deras mengguyur.

Selain itu, SDN 2 Tamblang dengan jumlah siswa 111 orang, juga belum memiliki ruang guru.

“Selama ini, guru-guru memanfaatkan satu ruang kelas siswa untuk dijadikan ruang kerja,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar...