KMP Jalur Nusa Kandas Penumpang Dievakuasi

Kapal kandas

Gilimanuk, balipuspanews.com –  Pelayaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Jalur Nusa kandas saat akan menuju dermaga di pelabuhan Gilimanuk, kapal tersebut terseret arus lalu kandas di perairan dangkal dekat lampu merah.

“ Semua penumpang dievakuasi dan kita tempatkan di ruang VIP ASDP. Mereka semuanya selamat,” ujar Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry unit Pelabuhan Gilimanuk Heru Wahyono.

Selama menunggu kapal lepas dari kandas, penumpang juga diberikan pelayanan termasuk makan dan minum oleh ASDP dan Perusahaan kapal Jalur Nusa.

Setelah cukup lama duduk diperairan dangkal, air mulai pasang. Puncaknya air pasang terjadi Jumat (11/8) sekitar pukul 02.00. setelah air pasang, kapal kemudian berusaha melakukan olah gerak dan akhirnya berhasil lepas dari kandas.

“KMP Jalur Nusa itu kandas memang karena terseret arus kuat saat akan menuju pelabuhan Gilimanuk. Setelah enam  jam kapal itu mengapung akhirnya bias lepas dari kandas,” ungkapnya. Setelah lepas dari kandas KMP Jalur Nusa tu lalu menuju pelabuhan Gilimanuk dan setelah sandar langsung bongkar muatan.

“Setelah bongkar muatan, KMP Jalur Nusa lalu kembali ke pelabuhan Ketapang untuk pengecekan kondisi lambung kapal apakah ada kerusakan seelah kandas di karang,” ujarnya.

Setelah dilakukan pengecekan, KMP Jalur Nusa tiak beroprasi karena memang jadwlnya off. Sementara itu Kepala Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) kelas III atau Syahbandar Gilimanuk  Made Astika kembali menegaskan untuk keselamatan pelayaran semua pengusaha pelayaran dan nahkoda kapal yang beroprasi di penyebrangan Jawa-Bali agar selalu berhati-hati.

Mereka harus mengutamakan keselamatan pelayaran dengan sellau memperhatikan kondisi cuaca termasuk arus laut. “Perubahan arus di selat Bali bias terjadi sewaku-waktu dan tidak bias dipredikai. Jadikami minta semua harus berhati-hati demi keselamatan pelayaran,” ujarnya.

Nakhoda atau Perwira Jaga Kapal agar selalu  melakukan pengecekan terhadap fisik kapal, alat-alat keselamatan, alat pemadam kebakaran, alat komunikasi dan pengawakan kapal sesuai ketentuan yang berlaku. Mengangkut penumpang, barang dan muatan lainnya tidak melebihi dispensasi dan angkut yang diijinkan.

“Stabilitas Kapal yang cukup serta muatan kendaraan diikat dengan kuat. Selain itu Nahkoda juga diminta selalu mengingatkan kepada penunpang agar mengenakan alat keselamatan atau life jaket.

Seperti diketahui KMP yang dinahkodai Agni Brahmana tersebut berlayar dari pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 20.00 wita pada hari Kamis (10/8) malam.

Sekitar 300 meter aat mendekati pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 20.40, KMP yang memuat 68 penumpang termasuk anak buah kapal (ABK) itu tiba-tiba arus sangat kuat. Kapal kemudian terseret arus lalu kandas di batu karang dekat lampu merah.

Upaya nahkoda dan ABK melakukan olah gerak agar kapal lepas dari batu karang tidak membuahkan hasil, lantaran air saat itu juga surut. Kapal yang memuat 4 unit sepeda motor, 3 mobil pikap, satu mobil pribadi dan 6 truk besar serta 4 truk sedang terpaksa menunggu air pasang agar bias lepas dari kandas.

Tinggalkan Komentar...