Komunitas Mahima Kupas Puisi Pernyataan Untuk Teluk

Singaraja, balipuspanews.com – Puisi berjudul Pernyataan Untuk Teluk sebuah karya sastra yang menyatakan berontak atas apa yang menjadi wacana saat ini untuk mereklamasi teluk yang dicintainya dikupas dalam bincang hangat di rumah belajar Komunitas Mahima, Minggu (20/8).

Dalam buku setebal 122 halaman tersebut, Saras Dewi yang juga dosen Filsafat di Universitas Indonesia bercerita lebih banyak tentang alam. Seperti pada puisi yang berjudul Pernyataan Untuk Teluk yang disebut sebuah karya sastra yang didedikasikan untuk Teluk Benoa.

Puluhan lembar puisi dikumpulkan dalam buku yang diterbitkan Maret 2017 ini menggambarkan kepedulian penulis yang memiliki nama lengkap IG Sarastawi Putri, terhadap kekecewaan dan gugatannya terhadap ras manusia yang semakin jumawa menindas alam

Seluruh isi bukunya dikupas habis oleh Wulan Dewi Saraswati dan Sugi Lanus yang dimoderatori oleh Made Adnyana Ole di rumah Komunitas Mahima.

Sebagian puisi yang menggambarkan tetang rasa kecewa dan amarah, disampaikan sangat santun dan elegan.

Selain itu juga merupakan puisi segar yang dapat dibaca dan dimengerti oleh semua kalangan.

“Selain juga termasuk puisi pergerakan yang selalu ada harapan yang tersirat didalamnya,” ungkap Wulan Dewi.

Secara garis besar, Wulan Dewi yang baru saja menelorkan buku kumpulan puisi Seribu Pagi Secangkir Cinta, mengatakan buku Kekasih Teluk karya penyanyi yang terkenal dengan lagu Lembayung Balinya itu merupakan karya yang sangat menyentuh.

“Baik dari diksi dan kekhasan gaya personifikasinya memang sangat kental,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar...