Kreatif, Artawan Sulap Kaleng Bekas Jadi Miniatur Moge

Miniatur Motor Gede hasil karya Artawan
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Singaraja, balipuspanews.com – Motor Gede (Moge) di Buleleng saat ini kian ramai. Selain terlihat gagah dan keren, mengendarai Moge juga akan menjelaskan status sosial seseorang. Harganya yang selangit, hanya mampu digapai oleh segelintir orang.

Nah, bagi pencinta Moge yang belum mampu membeli, jangan cemas karena saat ini di Buleleng telah dijual Moge dengan harga yang sangat terjangkau.

2 hingga 3 unit miniatur Moge dengan kisaran harga Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu.

Ketut Artawan dengan kreatif menyulap kaleng bekas minuman menjadi berbagai jenis miniatur Moge yang cukup digemari oleh masyarakat. Kaleng bekas yang dianggap sebagai sampah, dia olah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis.

Pria warga Dusun Tegallenga, Desa Kalisada, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng ini menceritakan, awalnya ia mencoba membuat kerajinan dengan kertas atau yang lebih dikenal dengan papercraft, namun hasilnya kurang memuaskan dan kurang bagus. Tidak berhenti hingga di sana, ia pun mencoba untuk mencari ide lain untuk menyalurkan bakatnya.

Belajar secara otodidak, akhirnya pria kelahiran 30 Desember 1984 tersebut mencoba menggunakan kaleng bekas sebagai media. Kaleng bekas menurutnya hanya dipandang sebelah mata jika berserakan di jalan, namun akan memiliki nilai jual yang tinggi bila digarap oleh tangan-tangan orang kreatif.

“Kaleng ini sangat mudah di dapat, di jalan saja banyak berserakan, kalaupun di jual harganya tidak seberapa. Ini juga salah satu upaya untuk membebaskan lingkungan dari sampah,” jelasnya saat ditemui di kediamannya, pada Senin (29/5).

Aneka kerajinan hasil karya kreatif Artawan

Untuk membuat miniatur Moge yang diperlukan tidak hanya kaleng bekas. Beberapa bahan pendukung lainnya seperti kawat, lem dan kardus juga digunakan. Pola akan digambar dan dirakit menyerupai model yang diinginkan.

“Sudah ada pengalaman dalam membuat papercraft jadi lebih mudah dalam membuatnya,” jelasnya.

Selain Moge, kini ia juga tengah membuat miniatur berbagai jenis alat musik.

Dalam pembuatan miniatur Moge, ia tidak bekerja sendiri melainkan dibantu oleh temannya, Gusti Andika.

Ide tersebut sudah muncul sekitar setahun yang lalu, hanya saja baru menjadi perbincangan setelah karya-karyanya diunggah di media sosial. Peminat harus melakukan order terlebih dahulu jika ingin membeli, sebab pihaknya akan memproduksi sesuai dengan pesanan.

Dalam sehari Ketut mampu menjual 2 hingga 3 unit miniatur Moge dengan kisaran harga Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu.

“Order terlebih dahulu, ke depan kami rencana akan memproduksi lebih banyak lagi sehingga pembeli tidak perlu menunggu jika berminat,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar...