Pertama di Indonesia, Tabanan Miliki Kampung Investasi Hati

Peresmian Panthi Werdha Shanti ini diikuti dengan Peluncuran Program Kampung Investasi Hati

Tabanan, balipuspanews.com – Investasi Hati yang selalu digaungkan oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti rupanya menjadi inspirasi bagi banyak pihak. Kabupaten Tabanan kini memiliki Panti Sosial Werdha Shanti, yang merupakan satu dari 9 program inovatif dari Dinas Sosial Kabupaten Tabanan.

Tidak hanya itu, Peresmian Panthi Werdha Shanti ini diikuti dengan Peluncuran Program Kampung Investasi Hati. Panti Sosial Werdha Shanti yang berlokasi di Rumah Dinas Pemkab Tabanan, Wanasara, Desa Bongan, ini diresmikan secara langsung oleh Bupati Eka, Rabu (9/8). Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua DPRD Tabanan Ni Made Meliani, Anggota DPRD Tabanan I Made Dirga, OPD Tabanan, Camat, Perbekel dan tokoh masyarakat setempat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tabanan I Gede Gunawan mengatakan sosok Bupati Eka tidak hanya sudah memberi contoh mengenai investasi hati, tapi bagaimana Bupati Eka sebagai adalah contoh bagi atas program yang digulirkan Dinas Sosial.

Gunawan menjelaskan Dinas Sosial telah mengeluarkan 9 inovasi yakni; Warung Cerdas Kube, Kopi Kental, Tagana Smart, Bedah Rumah, Bedah Kamar, OPD Peduli, Panti Jompo, Kota Layak Anak dan yang terakhir adalah Kata Hati yang merupakan kepanjangan dari Kampung Investasi Hati.

“Kami di Dinas Sosial ikut memotivasi staf untuk terus bisa berinovasi seperti apa yang dilakukan Bupati Eka. Pada hari ini kami meresmikan Panti Werdha Shanti untuk lansia. Dan yang terakhir adalah Kampung Investasi Hati (Kata Hati). Mudah-mudahan ini menginspirasi kita semua. Barangkali ini satu-satunya di Indoensia. Ke depan kita akan membuat panti anak, panti laras, jadi Wanasara ini akan kita jadikan sebuah Kampung Investasi Hati,” ungkapnya.

Dijelaskannya saat ini terdapat 7 orang lansia di Panti Sosial Werdha Shanti tersebut. Diharapkan keberadaan Panti ini dapat mengatasi permasalahan sosial yang ada di masyarakat.

“Saat ini terdapat 7 orang lansia yang terdiri dari 4 orang nenek dan 3 orang kakek. Mudah-mudahan keberadaan Panti Sosial dan juga program-program inovasi kami dapat mengatasi permasalahan-permasalahan sosial yang dihadapi oleh masyarakat,” imbuhnya

Bupati Eka dalam sambutannya mengatakan program-program ini adalah program yang sangat humanis, yang mana adalah sebuah bentuk kepedulian kepada sesama. Dikatakannya Saat ini banyak rakyat, baik lansia, anak yatim piatu, yang tempat berteduh saja tidak punya. Bahkan untuk lansia, mereka tidak memiliki siapa-siapa.

“Panti Werdha Shanti dan Kampung investasi ini salah satu inovasi dari Dinas Sosial untuk bisa menerjemahkan investasi hati yang selalu saya gaungkan untuk langsung mencari dan memberikan perhatian kepada mereka yang membutuhkan. Sesuai dengan ajaran tat twam asi. Aku adalah kamu, kamu adalah aku. Jadi jangan pernah kita hanya melihat ke atas saja, namun lihatlah ke sekeliling kita karena masih banyak saudara kita yang membutuhkan perhatian,” ungkapnya.

Dikatakannya di kampung investasi hati ini akan terintegrate satu dan lainnya yang sifatnya adalah kepedulian sosial kepada umat. Baik kepada anak terlantar, lansia yang tidak memiliki keluarga, mereka yang terkena narkoba, yang merasa tersisihkan di masyarakat akan tampung menjadi one stop service, one stop investasi hati dan akan dibina menjadi manusia yang produktif.

“Semua boleh berinovasi, dan ke depan akan kita tata terus menjadi kampung yang benar-benar layak untuk dihuni dan dikunjungi. Karena bagaimanapun dalam hidup ini kita harus memiliki visi misi, berbuatlah sebanyak mungkin untuk sesama kita. Sepanjang kita bermanfaat, Astungkara kita akan berguna terus, dan diberikan kemudahan. Jadi banyak-banyaklah menabung investasi karma sehingga hidup kita akan dimudahkan” ungkapnya.

Dalam acara tersebut Bupati Eka juga mengatakan agar program-program yang ada terus dijalankan dengan baik. Salah satunya program anak asuh para OPD yang terus berjalan.

“Melalui program anak asuh ini saya mewajibkan setiap OPD mengasuh satu anak asuh. Kalau bisa ke depannya tidak hanya OPD tapi juga Camat dan Kepala Bagian. Program ini diharapkan dapat diberikan kepada anak asuh hingga mereka memiliki masa depan. Karena dalam melakukan investasi hati kita tidak boleh setengah-setengah. Jika kita sudah berrbuat baik, alam akan memudahkan kita,” ucapnya.

Bupati Eka menambahkan agar ke depannya agar para OPD terus mengembangkan inovasi dan menjadi agen perubahan.

“Terima kasih atas program inovatifnya, tidak hanya Dinas Sosial namun juga semua OPD saya lihat sudah luar biasa. Ke depan kembangkanlah semua ide-ide brilian. Kita harus bisa membuat sejarah, harus bisa jadi agen perubahan,” imbuhnya.

Dalam acara tersebut juga terdapat sesi testimoni para lansia dan juga anak asuh OPD Tabanan. I Ketut Lodra (79) seorang lansia tak kuasa menahan tangisnya saat bertemu dengan Bupati Eka. Kakek tersebut dengan haru menyampaikan bahwa dirinya sangat berterima kasih atas kepedulian yang diberikan kepada dirinya.

“Saya sangat berterima kasih kepada Pemkab Tabanan, kini saya bisa makan 3 kali sehari, dan hidup saya menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Bupati Eka dalam kesempatan tersebut juga langsung meninjau ruangan dan para lansia di Panti Werdha Santhi serta memberikan santunan kepada para lansia

Tinggalkan Komentar...