Pohon Wani Berusia 200 Tahun Pusat Kerajaan “Wong Samar”

Saksi menunjukkan lokasi penampakan di sekitar pohon wani
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Karangasem, balipuspanews.com -Pohon Wani setinggi 75 meter berusia 200 tahun yang berada di belakang Terminal Menanga, Rendang, Karangasem, Konon merupakan gerbang pusat pemerintahan “Wong Samar” atau mahluk astral. Berbagai macam fenomena mistis seperti penampakan dan suara-suara aneh sering terdengar diareal pohon wani tersebut.

“Waduh saya baru datang kesini udah disambut dengan kejadian mengerikan,” ujar Abdur Rohman 26 tahun asal Semarang.

Abdur sendiri menyewa sebuah kos-kosan yang berada disekitar pohon tersebut, sejak tinggal disana, dirinya mengaku sudah tiga kali mengalami kejadian diluar akal sehat manusia. Kejadian pertama sekitar pukul 24.30
wita. Saat itu malam pertama dirinya mulai tinggal dikosan tersebut, lampu tiba-tiba mati kemudian ada cahaya seperti sepasang bola mata berwarna merah. Setelah itu, yang kedua usai berjualan sekitar pukul 21.00 wita, dirinya ada yang melempari krikil sebanyak tiga kali dari arah pohon,
sempat di cek tetapi tidak ada siapapun. Dan yang terakhir beberapa minggu lalu, dirinya kembali melihat sesosok putih besar berdiri di bawah pohon tersebut.

“saya tidak berani menatapnya, karena takut ya saya langsung panik dan berlari,” ungkapnya.

Di areal pohon, menurut penuturan Wijaya Mataram pemilik rumah yang hanya berjarak satu meter dari pohon angker tersebut, ada pelinggih tempat berstananya Ida Ratu Nyoman Poleng dimana setiap menjelang hari raya Galungan tepatnya pada hari Sugihan Jawa rutin dilaksanakan upacara.

Diakui Wijaya, bahwa keluarganya juga sering mengalami fenomena gaib, bahkan beberapa waktu ini anak pertamanya yaitu Ni Kadek Marsya Gayatri Arthania 12 tahun juga mengalami kejadian tak masuk diakan.

Saat itu, gadis 12 tahun yang akrab dipanggil Chacha hendak latian menari sekitar pukul 19.00 wita, saat akan berangkat dan mengambil motor, dirinya merasa ada seseorang yang memanggil namun dengan nada yang lemah.

“Seperti suara anak perempuan, Cha.. sini cha..!!! Cha.. sini Cha…..!!. Saya ketakutan dan langsung lari, ketika menoleh ternyata ada dua bayangan berdiri di samping gerbang garasi,” ungkapnya.

Hal serupa juga dialami oleh sepupunya yaitu Ketut Gunawan Sandika 14 tahun. Dirinya bahkan sering mengalami kesurupan saat tinggal di salah satu kamar kosan tersebut. Bahkan dirinya mengaku sering didatangi mahluk pucat
berwujud anak perempuan yang sering melambaikan tangannya. Selain itu, Gunawan sendiri merupakan anak dengan kemampuan khusus yakni bisa melihat dan berkomunikasi dengan mahluk tak kasap mata tersebut.

“Ada seperti anak perempuan melambaikan tangannya tapi tidak bersuara, mungkin saya mau diajak bermain,” ujarnya.

Menurut cerita warga disana, dahulu ada yang mematok pohon Wani tersebut menggunakan paku, namun paku tersebut hilang sepeti tertelan kedalam pohon dan hingga kina pohon tersebut dianggap keramat oleh warga Menanga.

 

 

Tinggalkan Komentar...