PUPR Dinilai Salah Ukur Jalan, Proyek Pengaspalan di Pedawa Diprotes Warga

Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Singaraja, balipuspanews.com – Masyarakat Desa Pedawa “Mesadu” ke Dewan lantaran proyek pengaspalan jalan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Buleleng dinilai salah sasaran.

Proyek pengaspalan jalan sepanjang 3,5 kilometer dengan nilai proyek lebih dari Rp 8,3 Milyar dianggap tidak sesuai dengan usulan masyarakat Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.

Tokoh masyarakat Pedawa, Guci Adnyana mengatakan sebelumnya jalan yang diukur oleh Dinas PUPR adalah jalan menuju Dusun Lambo, tapi pada kenyataannya setelah proyek pengerjaan turun, pengaspalan jalan malah nyaplir dari kenyataan. Bahkan, sebelum proyek turun, beberapa pegawai PUPR sudah beberapa kali melakukan pengukuran di lokasi.

“Nyaplir sekali, diusulkan itu kan jalan di Dusun Lembo bukan Unusan. Anehnya, papan proyek tercantum jalan yang akan diaspal sepanjang 3,5 Kilometer. Namun, jalan Dusun Unusan panjangnya itu kan hanya 2,7 kilometer, bukan 3,5 kilometer. Kok bisa antara perencanaan dengan realisasi tidak sesuai?” ujar Guci ditemui di lokasi Kamis (10/8) siang.

Keluhan masyarakat itu pun langsung ditanggapi oleh Kepala Dinas PUPR Buleleng, Ketut Suparta Wijaya pada saat itu ikut turun ke lokasi bersama dengan Komisi II DPRD Buleleng.

Dihadapan masyarakat, Kadis Suparta menjelaskan bahwa, jalan di Dusun Lembo yang sudah diajukan oleh masyarakat belum bisa terealisasi karena status jalan tersebut masih merupakan jalan desa, dan belum menjadi jalan kabupaten.

“Soal pengukuran pengaspalan jalan, kami akui ada kesalahan dari petugas PUPR. Ya, sehmestinya petugas kami mengukur jalan di Dusun Unusan, dan bulan di Dusun Lambo,” terangnya.

Terkait kesalahan realisasi pengaspalan jalan tersebut, pihaknya akan berupaya sesegera mungkin melakukan percepat proses usulan peningkatan jalan dari jalan di Dusun Lembo dari jalan desa ditingkatkan menjadi jalan kabupaten.

“Secepatnya kami akan proses usulannya. Kalau bisa sih, jalan do Dusun Lembo agar bisa dianggarakan tahun ini, atau paling lambat tahun depan,” ungkap Kadia Suparta.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Buleleng, Mangku Budiasa juga menjelaskan bahwa masalah ini sebenarnya hanya salah paham antara warga dengan Pemkab Buleleng.

Semestinya, Pemkab Buleleng harus memberikan pemahaman kepada warga, agar nantinya seluruh warga mengetahui jalan yang diajukan untuk diaspal merupakan jalan desa.

“Komisi II DPRD Buleleng selanjutnya akan mengawal proses pengajuan surat peningkatan status jalan di Lembo . Ya, kita terus berusaha, mudah-mudahan tahun ini jalan dusun itu sudah bisa diaspal. Bicara paling lambat tahun depan karena Desa Pedawa saat ini sedang giat-giatnya merintis pariwisata desa,” kata Mangku Budiasa usai mediasi.

Dewan juga sempat melakukan pengecekan terhadap proyek jembatan Tukad Mendaum yang ada di Desa Banjar. Proyek jembatan ini dikerjakan oleh PT. Sanur Jaya Utama dikerjakan selama 180 hari kalender dengan nilai proyek mencapai lebih Rp 4,1 Milyar.

Tinggalkan Komentar...