Seruan Jaga Bali dan Persatuan Berkomandang di Tanjung Benoa

Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mewakili Gubernur Made Mangku Pastika menghadiri Simakrama Kebangsaan bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo

Badung, balipuspanews.com – Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mewakili Gubernur Made Mangku Pastika menghadiri Simakrama Kebangsaan bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang diselenggarakan di Taman Bhagawan, Tanjung Benoa, Badung, Jumat (4/8), malam.

Dalam ucapan selamat datangnya, Wagub Sudikerta menyampaikan kehadiran Panglima TNI di hadapan masyarakat Bali merupakan momentum yang baik untuk memberi pencerahan kepada warga Bali bagaimana agar bisa hidup selaras dan harmonis. Ia berharap dengan ceramah wawasan kebangsaan yang disampaikan Panglima TNI, masyarakat Bali bisa terus menjaga kerukunan dan toleransi.

“Dengan kegiatan ini kita bisa belajar bagaimana menjaga Bali sebagai destinasi pariwisata internasional,” ujarnya.

BERITA TERKAIT : Umat Hindu Suarakan Kebhinekaan dari Taman Bhagawan Tanjung Benoa

BERITA TERKAIT : Jendral Gatot Akui Ada Pemuka Agama Ingin Rubah Pancasila

Pembicara utama simakrama kebangsaan, Panglima TNI Jend. Gatot Nurmantyo menyampaikan peringatannya terhadap berbagai ancaman yang sedang dan akan mempengaruhi situasi di Indonesia, khususnya soal ketersediaan pangan dan energi yang membuat negara asing melirik Indonesia. Sebagai negara khatulistiwa, situasi ini akan membuat pihak-pihak tertentu berupaya merebut dan berpotensi memunculkan konflik. Menurutnya benih-benih perpecahan melalui fitnah dan provokasi sudah terlihat beberapa waktu belakangan. Untuk itu ia mengajak masyarakat untuk bersatu. “Dulu tokoh agama, adat dan nasionalis yang menyatukan sehingga lahir Sumpah Pemuda. Tidak melihat agama, suku, besar atau kecil,” ujarnya.

Menurutnya Bali adalah contoh ketahanan wilayah yang berakar pada keluhuran nilai agama dan budaya dan penghormatan terhadap keberagamaan rasa toleransi dan cinta kasih serta penghargaan terhadap kearifan lokal. Apalagi didukung dengan kearifan lokal Tri Hita Karana, imbuhnya. “Itu sebabnya membuat acara seperti ini tidak sulit disini,” katanya.

Ia berharap acara seperti ini bisa dilakukan di tempat lain di Indonesia untuk menunjukkan bahwa dengan Pancasila menjadikan negara dengan berbagai perbedaan sangat banyak masih utuh. “Udah terbukti kok betapa dahsyatnya Pancasila menyatukan bangsa ini,” pungkasnya.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba pidato kebangsaan Kodam IX/Udayana tingkat SD, SMP dan SMA.

Simakrama kebangsaan dihadiri tokoh masyarakat Bali dari berbagai latar belakang.

Tinggalkan Komentar...