Terjunkan Tim Khusus, Dagprin Pantau Garam Beryodium Diduga Mengandung Kaca dan Tawas

Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Singaraja, balipuspanews.com – Merebaknya isu tentang beredarnya garam kemasan diduga bercampur dengan bongkahan kristal mirip tawas atau kaca cukup mengangetkan sejumlah pihak. 

Tak ingin kecolongan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Dagprin) Buleleng langsung mengambil ancang-ancang dengan menerjunkan tim khusus melakukan pengawasan sekaligus pengecekan keberadaan garam kemasan tersebut ke pedagang-pedagang di sejumlah pasar tradisional dan toko modern di Buleleng

“Barusan kami selesai menggelar rapat dengan tim khusus guna membahas beredarnya isu dugaan adanya garam palsu tercampur bongkahan kristal mirip tawas,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Buleleng, Ketut Suparto ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/8) pagi.

Kepala Disdagprin Ketut Suparto mengaku selama ini belum menerima laporan secara resmi dari masyarakat mengenai adanya temuan garam kemasan diduga palsu bercampur bongkahan kristal mirip tawas tersebut.

Meski demikian, Suparto berjanji segera menerjunkan tim khusus guna memantau perkembangan  pasar-pasar di Buleleng agar tidak meresahkan masyarakat. 

“Kami akan memantau kebenaran adanya garam kemasan bercampur kristal diduga tawas. Ya, hari ini tim Dagprin turun ke pasar-pasar memantau dan mengecek serta mengambil sampel berbagai merk kemasan garam,” tegasnya.

Selanjutnya, sambung Suparto, pihaknya dalam waktu dekat secepatnya akan melakukan kordinasi dengan pihak Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Denpasar guna memastikan layak tidaknya garam kemasan yang saat ini beredar di sejumlah pasar dikonsumsi oleh masyarakat. 

Terpisah, Kepala Balai BPOM Denpasar Endang Widowati saat dihubungi melalui telepon tak menyanggah terkait beredarnya isu garam kemasan diduga bercampur dengan bongkahan kristal mirip tawas atau kaca.

Namun, dari hasil sejumlah investigasi tim BPOM di sejumlah pasar modern dan pasar tradisional juga grup ibu-ibu, pihaknya belum menemukan adanya garam kemasan diduga bercampur dengan bongkahan kristal mirip tawas atau kaca.

Kepala BPOM Denpasar, Widowati pun meminta masyarakat agar tidak terlalu panik adanya isu garam mengandung kaca. Hanya saja warga khususnya ibu-ibu rumah tangga lebih selektif, dan waspada serta berhati-hati saat membeli garam beryodium di pasaran.

“Sementara ini, garam kemasan yang beredar di pasar, baik itu pasar tradisional dan modern di Bali aman. Ya, di Bali kami pastikan aman,” ungkap Widowati.

Meski demikian, pihaknya pun berharap masyarakat yang menemukan kejanggalan dalam kemasan garam, segera melaporkan agar hal tersebut secepatnya bisa ditindaklanjuti. 

“Kami juga berharap peran serta masyarakat untuk melaporkan jika melihat atau mengalami hal ganjil dalam garam kemasan,” pungkasnya. 

Tinggalkan Komentar...