Tersandung Kasus Narkoba, Ketua Ranting PDIP Kendran Terancam Dipecat

Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Singaraja, balipuspanews.com – Petugas Satuan Resnarkoba Polres Buleleng kembali membekuk seorang pengguna narkoba Putu Ananta Wijaya alias Topan (44) di sebuah kamar hotel yang ada di wilayah Desa Anturan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng.

Saat penggebekan, polisi menyita satu paket sabu dengan total berat 0.12 gram brutto di kamar di hotel Lila Cita, Desa Anturan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Senin (14/8) malam.

Menurut informasi Polisi, hotel tersebut rencananya akan digunakan oleh Topan bersama kawan-kawannya untuk menggelar pesta sabu.

“Berangkat dari informasi itu lah, polisi langsung mendatangi lokasi dan melakukan penggerebekan,” kata Kasat Narkoba Polres Buleleng, AKP I Ketut Andyana TJ dihadapan awak media, Senin (21/8) di Mapolres Buleleng.

Kedatangan petugas secara tiba-tiba di kamar hotel, terang membuat Topan tak berkutik. Tak ada sedikitpun celah baginya untuk menyembunyikan barang bukti, apalagi melarikan diri.

Polisi pun langsung mengobok-obok seluruh isi kamar hotel.

“Informasi terbukti, di dalam tas berwarna hitam, Polisi menemukan satu buah alat hisap sabu (bong), satu buah pipa kaca, saty buah korek api gas, satu buah sumbu korek api gas, serta buah potongan pipet plastik berwarna hitam. Ya, alat-alat tersebut rencananya akan digunakan oleh Topan untuk pesta sabu,” terangnya.

Topan pun rupanya sempat berkilah, ketika polisi menemukan dua paket sabu di dalam kamar tersebut.

“Topan sempat berkelit, kalau barang haram tersebut adalah miliknya,” imbuhnya.

Nah, karena Topan tidak mengaku bahwa sabu itu miliknya, Polisi pun lalu melanjutkan penggerebekan menuju rumahnya yang terletak di Jalan Gajah Mada, Gang II, Nomor 8, Kelurahan Kendran, Kecamatan/Kabupaten Buleleng.

“Polisi kembali berhasil menemukan satu paket sabu dengan berat 0.12 gram, yang disembunyikan oleh Topan di dalam sebuah kotak kaca lipat,” ungkap AKP Adnyana.

Berangkat dari temuan itu, anggota pun langsung menggiring Topan ke Mapolres Buleleng, guna proses pemeriksaan dan penyelidikan penyidikan lebih lanjut.

“Total ada tiga paket yang kami amankan, dua di hotel dan satu lagi di kediamannya. Untuk dua paket yang di hotel itu kami sudah menetapkan dua orang DPO yang diduga sebagai pemiliknya. Dari pengakuan tersangka Topan, dirinya sengaja menggunakan sabu di dalam hotel supaya tak diketahui oleh keluarganya,” tandasnya.

Kini pria yang belakangan diketahui sebagai Ketua Ranting PDIP Kendran dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) atau Pasal 127 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana maksimal 12 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 8 Miliar.

Pada bagian lainnya, Ketua PAC PDIP Kecamatan Buleleng, Made Kardika akrab disapa Ambu tak menampik jika salah seorang kader PDIP bernama Putu Ananta Wijaya alias Topan selaku Ketua Ranting PDIP Kelurahan Kendran saat ini sedang tersandung kasus narkoba.

Dari sepengetahuannya, Topan mulai menduduki jabatan sebagai Ketua Ranting Kelurahan Kendran sejak 2012 lalu.

Mengetahui rekannya itu tersangkut kasus narkoba, Ambu saat dihubungi melalui telepon seluler mengaku akan secepatnya melaporkan kasus ini kepada Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster.

Bahkan, Ambu kembali menegaskan bahwa bagi siapapun kader PDIP diketahui sebagai tersangka kasus narkoba terancam akan dipecat dari keanggotaan PDIP.

“Pasti kita akan pecat dia dari kader partai, dan kita juga akan cabut KTA nya,” tegas Ambu, Senin (21/8) malam.

Kendati demikian, menurut Ambu, pihaknya masih merapatkan wacana pemecatan tersebut. Pasalnya, jika ingin melakukan pemberhentian diperlukan rapat internal terkait kode etik.

Lalu dari hasil rapat tersebut dapat dijadikan bahan rekomendasi untuk dilakukan sanksi pemecatan.

“Kami akan segera bicarakan ini dengan DPC juga DPD. Terkait proses hukum, kalau memang benar dia terbukti tersangkut kasus narkoba, kami pun sangat mendukung agar yang bersangkutan diproses sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar...