Tuntunan Sesuhunan Bhatara Dalem, Jero Meneng Sembuhkan Pasien Patah Tulang

Sejak menerima pesan suci dari Ida Sesuhunan Bhatara Dalem yang dialami dalam sebuah mimpi, Jero Meneng langsung terjun menggeluti pekerjaan mulia sebagai balian (dukun) pijat.

Kesehariannya kini dihabiskan untuk menolong orang yang sedang mengalami permasalahan tulang. Ratusan orang yang mengalami keseleo persendian, tulang bergeser hingga patah tulang disembuhkan dengan teknik pemijatan tangan kosong tak lebih dari semenit.

Singaraja, balipuspanews.com – Suasana bangunan mungil yang terletak di Dusun Sema, Desa Patemon, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng terlihat ramai saat dikunjungi. Orang-orang dari berbagai kelas sosial berkumpul di pelataran rumah mungil tersebut.

Rupanya, puluhan orang yang berkumpul itu sedang menunggu antrian untuk mendapatkan pengobatan.

Ya, nama besar Jro Komang Meneng (55) sudah menggema di seluruh kawasan Buleleng hingga keluar Bali. Bahkan, kepiawaiannya sudah tersohor hingga ke luar negeri.

Kontan saja, tempat praktik pijat tulang yang terletak berdekatan dengan setra (kuburan.red) desa setempat selalu ramai dikunjungi pasien.

Orang-orang yang berobat ke tempat praktik itu sangat meyakini, bahkan percaya bahwa Jro Komang Meneng yang disapa akrab Jro Meneng bisa mengobati berbagai masalah di tulang mereka.

Nah, seperti apa awal kisah dari Jro Meneng memutuskan untuk menggeluti pekerjaan mulia tersebut?

Jro Meneng pun mulai bercerita pekerjaan sebagai balian (dukun) pijat itu dimulai sejak tahun 1980an, dan profesi yang dijalaninya saat ini tak lepas dari sebuah mimpi.

“Dalam mimpi itu, saya didatangi Ida Sesuhunan Bhatara Dalem. Lalu, Ida Sesuhunan Bhatara Dalem meminta saya untuk membantu orang, terutama mereka yang sedang sakit,” ucapnya.

Masih dalam mimpi, Jro Meneng pun kebingungan lantaran merasa bahwa dirinya tak memiliki kekuatan apapun yang bisa ditunjukkan untuk melakukan pertolongan seperti permintaan yang dimaksud.

“Lewat mimpi itu, saya memberanikan diri balik bertanya, bagaimana caranya saya bisa menolong orang sakit?, sedangkan saya sendiri sangat bodoh, dan miskin. Bingung juga,” sambungnya.

Selanjutnya, keganjilan itu pun terbukti, beberapa minggu berikutnya setelah mimpi tersebut, Jro Meneng tiba-tiba saja didatangi oleh salah seorang warga setempat.

“Pertama kalinya, saya langsung dipaksa untuk mengobati salah satu warga Patemon. Tulang betisnya bergeser, astungkara, sudah sembuh seperti sediakala,” terangnya.

Sejak saat itu, Jro Meneng menyadari bahkan percaya bahwa dirinya tanpa disadari telah dianugerahi kekuatan gaib oleh Ida Bhatara Dalem dalam mimpi.

“Ternyata, dalam mimpi itu sudah langsung dianugerahi kekuatan spiritual oleh NYA untuk menolong orang yang tulangnya bermasalah, dengan cara memijat,” imbuhnya.

Teknik pijat di Jro Meneng sendiri dianggap punya teknik yang khas, lantaran tak sekedar memijat dengan menekan atau meremas bagian tubuh yang sakit. Namun tentunya akan tetap ada rasa sakit yang terasa.

Satu hal yang pasti, teknik pemijatan yang dilakukan Jro Meneng tidak menggunakan sarana minyak atau air sebagai pelicin, bahkan tanpa bantuan alat pijat apapun. Semua proses pemijatan dilakukannya dengan tangan kosong.

Bahkan, dari sisibiaya, pasien yang berobat merasa sangat diringankan lantaran pasien cukup membawa sesajen berupa canang sari dan rarapan (kopi, gula dan rokok). Dimana canang sari dan rarapan yang dibawa oleh pasien dihaturkan pada pelinggih padmasana di kmar suci.

Sebelum memijat, Jro Meneng pun harus menjalani ritual kecil terlebih dahulu sebelum melakukan pemijatan. Jro Meneng matur piuning (meminta petunjuk) dengan menghaturkan sesajen berupa canang sari kehadapan Ida Sesuhunan Bhatara Dalem yang simbolnya distanakan di dalam ruangan khusus bernama kamar suci.

“Petunjuk dan tuntunan pengobatan itu hadir melalui terawangan mata bathin, dalam hitungan detik akan terlihat dimana titik sakit yang dialami pasien itu,” ungkapnya.

Bagi pasien yang menderita patah tulang lengan, bersiaplah merasakan kesakitan karena akan dipijat, ditarik dan diluruskan.

“Namun, tak usah khawatir atau takut. Karena saat dipijat, sakitnya hanya dalam hitungan detik saja,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar...