Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai

DENPASAR, balipuspanews.com – Hari ini, Minggu (5/7/2020), Denpasar kembali merilis satu orang pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia.

Adapun pasien Covid-19 yang meninggal dunia ini disebutkan berjenis kelamin laki-laki (64) dan berasal dari Desa Dauh Puri Kaja.

Sementara itu, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar terus meningkat, yakni sebanyak 10 orang pasien yang telah menjalani perawatan dinyatakan sembuh pada Minggu (5/7/2020).

Sedangkan kasus positif bertambah 21 orang yang terdiri atas 2 orang OTG menjadi positif dan 19 lainnya merupakan kasus baru dengan riwayat perjalanan dalam daerah.

“Kabar duka, 1 orang pasien Covid-19 Kota Denpasar meninggal dunia, pasien positif bertambah 21 Orang, dan pasien sembuh juga bertambah 10 orang,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, saat menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 Kota Denpasar di ruang Press Room Kantor Walikota Minggu (5/7/2020).

21 orang terkonfirmasi positif Covid-19 ini adalah yang pertama berasal dari Desa Dangin Puri Kelod dua orang perempuan usia 55 dan 57 tahun.

Asal Desa Sidakarya seorang laki-laki usia 30 tahun.

Asal Desa Tegal Kertha seorang laki-laki usia 76 tahun.

Kelurahan Serangan seorang laki-laki usia 55 tahun.

Kemudian, Kelurahan Renon tiga orang laki-laki usia 27, 36, dan 27 tahun serta seorang perempuan usia 58 tahun.

Asal Desa Pemecutan Kelod seorang laki-laki usia 31 tahun dan seorang perempuan usia 25 tahun.

Desa Dauh Puri Kangin seorang perempuan usia 25 tahun.

Asal Kelurahan Peguyangan seorang laki-laki usia 56 tahun.

Desa Ubung Kaja seorang laki-laki usia 65 tahun.

Asal Kelurahan Sesetan seorang laki-laki usia 57 tahun.

Selanjutnya asal Desa Pemecutan Kaja seorang laki-laki usia 61 tahun.

Asal Desa Sumerta Kelod seorang perempuan usia 48 tahun.

Kelurahan Padangsambian dua orang perempuan usia 27 dan 27 tahun.

Kelurahan Ubung seorang perempuan usia 26 tahun.

Desa Pemogan seorang laki-laki usia 56 tahun.

Selain itu, untuk 10 kasus Covid-19 yang sembuh yakni asal Desa Dangin Puri Kelod seorang laki-laki usia 39 tahun.

Asal Desa Tegal Kertha seorang laki-laki usia 47 tahun.

Asal Desa Pemecutan Kelod dua orang laki-laki usia 33 dan 7 tahun serta dua orang perempuan usia 55 dan 10 tahun.

Desa Padangsambian Kelod seorang laki-laki usia 24 tahun.

Desa Pemecutan Kaja seorang laki-laki usia 39 tahun.

Asal Desa Dauh Puri Kauh seorang perempuan usia 35 tahun.

Dan asal Kelurahan Ubung seorang perempuan usia 26 tahun.

Lebih lanjut Dewa Rai menjelaskan bahwa kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar masih terus terjadi.

Kasus positif baru di internal keluarga dan pasien positif dengan riwayat perjalanan dalam daerah mulai menunjukan peningkatan.

Kedua klaster baru inilah yang patut diwaspadai bersama, mengingat adanya mobilitas penduduk yang cukup tinggi di Kota Denpasar.

“Masyarakat diharapkan lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah, mengingat dua klaster yakni klaster keluarga dan perjalanan dalam daerah mulai mendominasi, hal ini mengingat arus mobilitas di Denpasar sangat tinggi, serta masyarakat yang mendapati adanya penduduk baru agar segera melapor ke Kadus, Kaling atau Perbekel Lurah, dan perbekel lurah diharapkan juga aktif memantau mobilitas penduduk di wilayahnya,” paparnya.

Perihal perkembangan kasus ini, Dewa Rai kembali mengingatkan agar semua pihak ikut berpartisipasi untuk mencegah penularan Covid-19 tidak semakin meluas.

Selain kasus positif, keberadan Orang Tanpa Gejala (OTG) hasil tracking Tim juga mengalami peningkatan dan menjadi ancaman penularan baru untuk itu perlu tetap meningkatkan kewaspadaan.

Secara kumulatif Dewa Rai, menjelaskan kasus Covid 19 di Kota Denpasar sebanyak 682 kasus positif. Rincianya adalah 245 orang sembuh, 11 orang meninggal dunia, dan 406 orang masih dalam perawatan.

Sementara keberadaan Orang Tanpa Gejala (OTG) hasil tracing GTPP secara kumulatif sebanyak 1.958 kasus, namun dinyatakan sehat setelah isolasi mandiri 597, sehingga tersisa 1.361 OTG.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara akumulatif tercatat 328 kasus, namun sudah menjalani isolasi mandiri dan dinyatakan sehat sebanyak 277, sehingga masih tersisa 51 ODP.

Dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) secara akumulatif sebanyak 130 kasus, namun 48 orang sudah dinyatakan negatif setelah menjalani Swab Test, sehingga tersisa 82 yang berstatus PDP.

Penulis : Ni Kadek Rika Riyanti

Editor : Oka Suryawan

Facebook Comments