Jumat, Juni 21, 2024
BerandaBuleleng131 Warga Binaan Lapas Singaraja Terima Remisi Nyepi, Terbanyak Kasus Narkoba

131 Warga Binaan Lapas Singaraja Terima Remisi Nyepi, Terbanyak Kasus Narkoba

BULELENG, balipuspanews.com – Senyum ceria nampak di wajah para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIB Singaraja khususnya yang beragama Hindu, pada Rabu (13/3/2024). Sebab Kementerian Hukum dan HAM Bali secara resmi memberi remisi kepada 131 orang WBP Khusus Nyepi Tahun 2024.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Singaraja, I Wayan Putu Sutresna usai menyerahkan secara langsung Surat Keputusan remisi kepada WBP mengatakan ada sebanyak 131 WBP beragama Hindu yang telah diberikan remisi dengan rincian besaran Remisi Khusus (RK) I Nyepi yaitu 15 Hari sebanyak 32 orang, 1 Bulan sebanyak 95 orang, dan 1 Bulan 15 Hari sebanyak 3 orang sedangkan besaran RK II (Langsung Bebas) yaitu 1 Bulan sebanyak 1 orang.

“Kalau usulan awal sebanyak 135 sedangkan Surat Keputusan yang terealisasi sebanyak 131 orang ini dikarenakan sebanyak 4 orang sudah bebas Cuti Bersyarat (CB) sebelum pelaksanaan remisi,” jelasnya ditemui di Aula Nusantara Lapas Singaraja.

Sutresna menyebutkan kalau berdasarkan data yang ada untuk WBP yang beragama Hindu sebenarnya ada 220 orang. Akan tetapi yang telah memenuhi persyaratan untuk mendapatkan remisi sesuai dengan yang telah dijelaskan sebelumnya dan terbesar WBP yang dapat remisi sempat terjerat kasus narkoba.

BACA :  Gong Kebyar Wanita Paguyuban Seni Swarna Gianyar Pukau Penonton di PKB Ke-46

Kemudian pihaknya menegaskan remisi yang diberikan adalah bukti bahwa setiap upaya perbaikan diri dan ketaatan terhadap aturan oleh WBP sangat dihargai dan diakui sebagai upaya mendukung perubahan dari masing-masing WBP.

Sedangkan bagi WBP yang menerima RK II tidak langsung bebas apalagi merupakan Warga Binaan dengan perkara Perlindungan Anak sehingga harus menjalani subsider sampai dengan tanggal 15 Maret 2024.

“Saya berharap remisi ini akan menjadi momentum baru bagi Anda untuk terus melangkah maju, menjalani kehidupan yang lebih baik, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setelah Anda bebas kelak,” ungkap dia.

Sementara disinggung terkait kondisi Lapas yang telah mengalami over kapasitas sejak lama, Sutresna menerangkan bahwa selama ini pihaknya mencoba membuat tempat tidur susun. Sehingga dalam satu ruangan bisa lebih nyaman ditempati oleh WBP, meski begitu pihaknya juga mengaku masih berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terkait dimana lokasi pembangunan Lapas yang representatif setelah lokasi yang sebelumnya dinyatakan tidak bisa digunakan dengan sejumlah alasan.

BACA :  Duta Wimbakara Gender Wayang Anak-anak Kota Denpasar Sukses Pukau Penonton

“Terkait lahan yang digunakan Kamis masih koordinasikan lagi, kalau yang kemarin kurang representatif. Namun sementara terhadap 301 WBP kami manfaatkan gedung dan membuat tempat tidur susun,” pungkas dia.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular