Asisten I Pemkab Gianyar buka KSPAN di Balai Budaya Gianyar

Gianyar, balipuspanews.com-Meningkatnya jumlah  penderita HIV/AIDS di Bali dan di Gianyar khususnya, membuat pemerintah lebih mawas diri. Penanggulangan HIV/AIDS kini tidak hanya penyasar kalangan rawan prilaku tertular, namun upaya penanggulangan menyasar ke sekolah sekolah melalui jalur Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN). Hal ini ditegaskan oleh Assisten Administrasi Umum dan Pemerintahan Setda kab. Gianyar I Wayan Sudamia saat membuka Jambore KSPAN Kabupaten Gianyar tahun 2018, di Balai Budaya Gianyar, Kamis (30/8/2018).

Penyebaran HIV/AIDS saat ini bukan hanya pada populasi kunci atau beresiko yaitu kalangan pekerja dan pelanggan seks, pengguna narkoba namun sudah menyasar pada ibu rumah tangga dan bayi tertular. Tak heran kasus HIV/AIDS ibaratkan fenomena gunung es, kasus yang tidak Nampak jauh lebih besar dari yang tersirat dipermukaan.

Berdasarkan data perkembangan kasus HIV/AIDS yang terjadi di Kabupaten Gianyar mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Kalau periode 1987- Juni 2017 di Kabupaten Gianyar secara komulatif tercatat sebanyak 1244 kasus menjadi 1429 kasus pada bulan Juni 2018, ini berati ada peningkaatan 185 kasus. Kasus berasal dari berbagai kelompok umur dan sekitar 37,9 persen diantaranya terjadi pada umur 20-39 tahun. Penyebabknya hamper 76,5 persen karena heteroseksual (berganti-ganti pasangan).

Menanggapai hal ini I Wayan Sudamia, untuk menekan laju angka kasus HIV/AIDS penanggulangan tidak bisa hanya mengandalkan peran pemerintah saja, perlu peran aktif semua pihak termasuk siswa di sekolah baik itu mulai dari tingkat SD,SMP dan SMA.

Terbentuknya KSPAN di sekolah – sekolah merupakan hal yang sangat penting dan stargis dalam pencegahan penularan HIV/AIDS maupun narkoba. Dengan KSPAN pelajar akan lebih memahami tentang bahaya, cara penularan maupun bagaimana pencehahan HIV maupun narkoba, sehingga mereka mampu melindungi diri, keluarga maupun orang-orang disekkitar lingkungan mereka.

“ Tentu perlu startegi khusus memberikan pemahaman pada para siswa tentang bahaya narkoba,  harus disesuai kan dengan tingkat usia dan sekolah mereka. Hal ini penting agar mereka benar-benar memahami apa itu AIDS maupun narkoba dan yang terpenting lagi bagaimana mereka bisa menularkan pengetahuan itu pada teman sebaya mereka,” tegas I wayan Sudamia.

Sementara itu ketua KPA Kabupaten Gianyar, A.A Gede Suardana mengatakan, tujuan dari Jambore KSPAN ini adalah selain meningkatkan pengetahuan  tentang HIV/AIDS  dan narkoba pada remaja, juga untuk meningkatkan kemampuan anggota KSPAN dalam pelestarian seni dan budaya. Karena yang dilombakan adalah kemampuan berkomunikasi yang dikemas dalam pagelaran seni dari musikalisasi puisi yang bermaterikan HIV/AIDS dan narkoba.

Jamboree berlangsung selama 2 hari (30-31 Agustus 2018), diikuti oleh siswa siswi KSPAN tingkat SMA, SMP dari perwakilan masing-masing kecamatan. ( rls/bas)