Senin, Juni 17, 2024
BerandaTabanan15 Warga Mundeh Selbar Dikarantina

15 Warga Mundeh Selbar Dikarantina

TABANAN, balipuspanews.com – Sebanyak 4 kepala keluarga dengan jumlah total 15 orang warga Desa Mundeh, Kecamatan Selemadeg Barat (Selbar), Tabanan dikarantina mandiri kediamannya masing-masing sejak Jumat (5/6) kemarin. Hal tersebut diungkapkan perbekel setempat I Nyoman Sukayasa Senin (8/6).

Ditemui kediamannya, Sukayasa mengatakan karantina bagi 15 warganya ini bermula dari seorang kakek yang berusia 78 tahun mengalami penyakit komplikasi sesak, batuk dan kanker dubur. Dua tahun terakhir kakek tersebut tidak bisa beraktifitas dan hanya istirahat kediamannya.

“Pada tanggal 12 Mei lalu, penyakitnya kambuh yang berawal dari tidak bisa buang air besar. Ia kemudian dibawa ke Puskesmas Surabrata kemudian dirujuk ke rumah sakit umum Tabanan dan rawat inap selama 16 hari,” ungkapnya.

Kemudian tanggal 28 Mei lanjut Sukayasa, si kakek tersebut dipulangkan karena kondisinya sudah membaik. Namun tiga hari kemudian suhu tubuhnya meninggi.

Oleh pihak keluarga kakek tersebut kemudian diajak berobat ke rumah sakit Bali Med tetapi kemudian dirujuk ke rumah sakit Sanglah.

“Nah tanggal 1 Juni kemarin kakek tersebut menjalani tes swab pertama dan dinyatakan positif terjangkit covid-19. Tetapi pada uji swab kedua dinyatakan negatif,” sebutnya.

Atas kejadian tersebut di Desa setempat kemudian dilakukan tracking contact oleh Gugus Tugas Kecamatan Selbar dan Dinkes Kabupaten Tabanan.

Hasilnya, 15 warga yang terdiri dari 4 KK termasuk penunggu pasien berstatus sebagai orang tanpa gejala (OTG).

Sejak Jumat (5/6) kemarin, ke 15 warganya tersebut dikarantina secara mandiri kediamannya masing-masing.

“Ke 15 warga kami tadi pagi menjalani test swab di Puskesmas Selbar,” jelasnya.

Terkait dengan karantina 15 warganya ini, Sukayasa menyebutkan pihak pemerintah Desa Mundeh, Selbar telah berupaya membantu meringankan beban warganya. Yakni dengan memberikan bantuan berupa paket sembako.

“Adapun setiap paketnya berisikan beras, sarden, telur dan minyak goreng,” tutupnya.

Penulis : Ngurah Arthadana

Editor : Putu Artayasa

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular