1500 Pohon Ditanam, Bupati : Ini Untuk Jaga Ekosistem Bukit Desa Les

Bupati Buleleng saat melakukan penanaman bibit pohon di hutan Desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng
Bupati Buleleng saat melakukan penanaman bibit pohon di hutan Desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng

BULELENG, balipuspanews.com – Keberadaan hutan begitu penting bagi kehidupan setiap makhluk hidup. Maka dari itu keberadaan hutan haru terus dijaga. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melaksanakan penanaman 1500 bibit pohon pemulihan ekosistem di Bukit Desa Les, Kecamatan Tejakula, Jumat (8/1/2021) pagi.

Melalui penanaman pohon ini, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menyampaikan harapannya agar kedepan dapat memberikan dampak yang sangat besar bagi masyarakat khusunya di Desa Les dan masyarakat yang ada di Kecamatan Tejakula pada umumnya.

Bahkan melalui kegiatan ini kedepan ekosistem hutan di Bukit Desa Les bisa lebih hijau saat musim panas datang.

“Saya berharap dengan penanaman pohon ini bisa memulihkan ekosistem di kawasan bukit Desa Les. Dimana pada saat musim kemarau sangat gersang,” harapnya.

Ia menyebutkan bahwa sebanyak 1500 bibit pohon telah ditanam di Bukit Desa Les seperti pohon kelapa, pohon cempaka, pohon mahoni, pohon beringin, dan pohon bambu.

Selain itu ia melakukan penanaman pohon ini dengan bersinergi bersama TNI/Polri, masyarakat Desa Les, Komunitas Petani Muda Indonesia Buleleng, Komunitas Barisan Anak Kolonk Udayana (Barakuda) Buleleng.

Sementara untuk pola penanaman, teknik perawatan dan pemeliharaan, dirinya menjelaskan akan melakukan secara berkelanjutan bersama masyarakat Desa Les. Sehingga nantinya, pohon yang ditanam di lokasi tersebut akan dilihat perkembangannya.

”Setelah kami menanaman pohon, akan tumbuh kesadaran masyarakat Desa Les untuk merawat bibit yang sudah ditanam,” jelasnya.

Tak hanya itu dengan di tambahkannya bibit pohon bambu dirinya berupaya agar ditanamnya pohon tersebut sebagai bagian dari gerakan bersama menjaga kawasan tebing-tebing sebagai penyangga jurang serta memelihara sumber-sumber air di Desa Les.

“Bambu ini kan merupakan jenis tanaman yang sangat berguna untuk menarik dan menyimpan air tanah,” sebutnya

Selain itu juga, pohon bambu ditanam sebagai gerakan untuk meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan aksi nyata dari semua pihak.

Utamanya yang berkepentingan terhadap penyelamatan sumber mata air. Kegiatan ini juga dalam rangka menyelamatkan mata air yang menjadi kebutuhan vital yang harus dijaga keberadaannya.

“Mata air digunakan oleh masyarakat sebagai sumber air. Baik untuk kebutuhan keluarga, irigasi, dan air minum,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan