Petugas Karantina Denpasar, melakukan pemeriksaan Dokumen dan fisik untuk memastikan kesehatan hewan-hewan akan dikirim ke Waikambas, Provinsi Lampung.

TABANAN, balupuspanews.com — Sebanyak 16 ekor buaya milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) akan dilepasliarkan di Waikambas, Provinsi Lampung. Sebelum dikirim, belasan buaya itu, diperiksa di Karantina Denpasar di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tabanan.

 

 

 

 

 

Pantauan, sebelum disertifikasi, Pejabat Karantina Denpasar terlebih dahulu melakukan pemeriksaan Dokumen dan fisik untuk memastikan kesehatan hewan-hewan tersebut. Selain buaya, ada 14 ekor burung seperti Merak, Julang, dan Kangkaren yang kemudian dilanjutkan dengan pengujian laboratorium.

 

 

 

 

Direktur Yayasan Pencinta dan Penyantun Taman Nasional, Gede Nyoman Bayu Wirayudha mengatakan, buaya tersebut dikirim bertujuan untuk menjaga kelestarian spesiesnya. Sejumlah hewan itu didapat dari beberapa sumber, seperti masyarakat yang sukarela menyerahkan buaya ke PPS Tabanan.

 

 

 

 

“Beberapa buaya ada yang telah diterlantarkan oleh oknum tak bertanggungjawab dan juga hasil penyitaan. Besok (hari ini) buaya-buaya ini akan ditangkap kemudian dikirim ke Lampung,” kata Bayu, Sabtu (18/1) sore

 

 

 

 

Imbuh Bayu, jenis buaya-buaya tersebut ada buaya muara dan buaya air tawar. Nah, dipilihnya Lampung sebagai tempat untuk lepasliarkan buaya itu, lantaran Waikambas merupakan wilayah yang aman dan memang menjadi habitat buaya.

 

 

 

 

“Kami pastikan, meski ada penambahan populasi, tidak akan mengganggu populasi buaya yang sudah ada (Waikambas),” terangnya.

 

 

 

 

Bayu kembali menjelaskan, buaya yang ada di PPS Tabanan paling lama tiga tahun.

 

 

 

“Ya, paling lama (Buaya) 3 tahun. Kami berharap ini menjadi salah satu upaya dalam menjaga pelestarian keberadaan buaya di Indonesia agar tidak punah,” tandasnya.