SINGARAJA, balipuspanews.com — Sebanyak 16 sekolah ikut berkompetisi dalam turnamen Buleleng Futsal Championship. Turnamen Futsal antar SMA/SMK/MA se-Buleleng digelar Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Buleleng ini diharapkan bisa menghasilkan bibit-bibit atlet, nantinya membela Buleleng pada ajang yang lebih tinggi.

 

Kompetisi itu dibuka pada Sabtu (14/12) oleh Ketua Umum Askab PSSI Buleleng Gede Suyasa. Turut hadir saat pembukaan Ketua Umum KONI Buleleng Nyoman Artha Widnyana, Camat Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara, serta perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Buleleng.

 

Nah, 16 sekolah ikut berkompetisi dalam tutnamen Buleleng Futsal Championship, diantaranya SMA Lab Undiksha Singaraja, SMAN 4 Singaraja, SMAN 1 Singaraja, SMKN 1 Sukasada, SMAN 2 Banjar, SMAN 3 Singaraja, SMK Triatma Jaya, SMAN 1 Seririt, SMKN 3 Singaraja, SMKN 2 Singaraja, SMAN 1 Tejakula, SMKN 1 Sawan, SMAN 2 Singaraja, SMAN 1 Busungbiu, MAN Buleleng, serta SMKN 1 Singaraja.

 

Ketua Umum Askab PSSI Buleleng Gede Suyasa mengatakan, tahun ini PSSI sengaja menggelar kejuaraan futsal yang menyasar siswa SMA, SMK, maupun Madrasah Aliyah. Kejuaraan ini diharapkan bisa menjadi proses pembinaan dan pembibitan pada cabang olahraga futsal.

 

“Kami berupaya kompetisi ini bisa dilaksanakan secara rutin. Sehingga sebelum Porprov, kami punya lebih banyak kesempatan menggali dan mendapatkan bibit pemain,” kata Suyasa.

 

Menurutnya dari segi prestasi, cabor futsal terus menyumbangkan medali pada dua ajang Porprov terakhir. Pada Porprov 2017 lalu, Buleleng berhasil meraih medali perak. Sedangkan pada Porprov tahun ini, Buleleng harus puas dengan medali perunggu.

 

“Tahun ini kami harus puas mendapat perunggu. Sebenarnya ada case antara peraih medali perak dan emas. Kalau dicari secara jujur, saat peraih emas diskualifikasi, mestinya yang dapat medali perunggu juga bisa naik dapat perak. Kami berharap pada porprov dua tahun lagi bisa kembali masuk final,” imbuhnya.

 

Sementara, Ketua Umum KONI Buleleng Nyoman Artha Widnyana mengatakan, KONI Buleleng selalu memberi apresiasi pada seluruh pengurus cabang olahraga. Sehingga bisa melakukan program pembinaan dan prestasi, melalui pelaksanaan kejuaraan.

 

“Kami selalu memberi dana bantuan kejuaraan yang diberikan pada seluruh cabang olahraga. Dengan begitu cabang olahraga bisa menggelar kejuaraan, entah tingkat kabupaten, provinsi, atau open. Kami harap ada bibit atlet yang lahir. Dengan demikian pola pembinaan jalan terus. Manakala diperlukan untuk membela Buleleng, tidak sulit kita cari atlet,” singkatnya.

 

Pertandingan perdana Sabtu pagi, SMA Lab Undiksha berhadapan dengan SMAN 4 Singaraja. Tim SMA Lab harus mengakui keunggulan SMAN 4 Singaraja, setelah kalah dengan skor 1-7.

 

Gol tim futsal SMA Lab dicetak oleh I Komang Saka Budarsana pada menit ke-15. Sementara gol SMAN 4 Singaraja, dicetak oleh Kadek Irvan Frandika pada menit ke-7 dan ke-22, Kadek Wahyu Dirgantara pada menit ke-9 dan ke-34, Putu Yuda Pratama pada menit ke-17, Putu Abhirama Mahawira pada menit ke-27, dan Klaudius Ade Rivaldo pada menit ke-32.