Satgas Covid 19 Jembrana.

NEGARA,balipuspanews.com- Satgas covid-19 Jembrana menetapkan 17 orang dalam pengawasan(ODP) covid-19. Dari 17 orang ODP itu 6 orang diantaranya kaling atau klian yang baru pulang dari studi tiru di daerah zona merah covid-19 Malang dan 11 orang lainya adalah masyarakat biasa.

Ketua Satgas Covid-19 Jembraka. I Made Sudiada, Senin (23/3) mengatakan, dari 17 orang termasuk enam kaling atai klian yang termasuk ODP yang dirawat di ruang isolasi RSU Negara hanya satu orang. ODP seorang laki-laki berusai 50 tahun itu diisolasi juga karena mengidap penyakit lain yakni Deman Berdarah.

“ODP yang dirawat di ruamh isolasi ini sebelumnya sempat pergi ke Magelang dan Yogyakarta,” ujar Sudiada yang juga Sekda Jembrana. 

Sedangkan ke-6 kaling atau klian yang masuk ODP menunjukkan gejala demam, batuk dan flu pasca datang dari studi tiru di daerah zona merah Covid-19 Malang.

 “Yang dirawat diruang isolasi perlakuannya sama seperti PDP dan akan dilakukan uji sample usap hidung dan tenggorokan. Sedangkan 16 ODP kita pantau  selama 14 hari. Apakah sembuh atau ada peningkatan gejala klinis,  sehingga nanti bisa ditindaklanjuti penanganya,” tambah Koordinator Satgas Kesehatan yang juga Kabid Pencegahan dan  Penyakit  dr I Gusti Agung Arisanta. 

Selain 17 ODP, 253 kaling atau kelian yang ikut studi tiru ke Malang juga masih dalam pemantauan. Begitu pula 85 orang warga juga dipantau karena pernah pergi ke daerah transmisi lokal namun tidak menunjukkan gejala klinis.

”Kami akan terus melakukan pemantauan dan edukasi untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Masyarakat agar tetap tenang namun tetap waspada dan melakukan pencegahan mandiri atau social distancing,” pungkasnya. (nm/bpn/tim)