Minggu, April 14, 2024
BerandaJembrana18 Ekor Penyu Hijau Dilepas Liarkan di Pantai White Shandy

18 Ekor Penyu Hijau Dilepas Liarkan di Pantai White Shandy

JEMBRANA, balipuspanews.com– Setelah di karantina di Penangkaran Penyu Desa Banyuwedang Kecamatan Grokgak, Kabupaten Buleleng, Kamis (18/5/2023) sebanyak 18 ekor penyu hijau yang diamankan anggota Polres Jembrana, dilepasliarkan.

Pelepasliaran dilakukan di Pantai White Shandy atau di Teluk Banyuwedang diikuti oleh Bupati Jembrana, I Nengah Tamba dan Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana, kepala OPD Kabupaten Jembrana, Kepala Seksi Barang Bukti dan Barang Rampasan Ni Wayan Mearthi, BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Bali, KPH Bali Barat, dan masyarakat.

Selain itu juga disaksikan beberapa wisatawan asing dan berbagai LSM pecinta lingkungan. Pelepasan itu sekaligus sebagai ajakan dan mengkampanyekan gerakan melindungi satwa langka.

Bupati Tamba ucapkan terimakasih atas pengawasan Kapolres Jembrana berserta jajarannya, sehingga upaya untuk penyelundupan 18 penyu tersebut bisa dibatalkan.

“Hari ini sudah dikembalikan kehabitatnya, astungkara 18 ini bisa hidup sehat kembali dan juga bisa bertelur ulang untuk melahirkan anak kembali yang banyak. Sehingga pada akhirnya kelestarian ini bisa di jaga,” ujarnya.

BACA :  Menko PMK : Penanganan Arus Mudik Lebaran 2024 Berlangsung Lancar

Bupati Tamba juga menghimbau kepada masyarakat bahwasanya penyu ini merupakan binatang yang dilindungi dan patut untuk dilestarikan.

“Jangan sampai masalah penyu ini masyarakat pura-pura tidak mengetahui, lindungilah dan hargailah. Semoga masyarakat semakin sadar bahwa penyu itu adalah ekosistem yang patut kita jaga dan harus kita lindungi,” jelasnya.

Bupati Tamba berharap kejadian tertangkapnya oknum yang menyimpan belasan penyu hendak dijual tersebut tidak terulang lagi khususnya di Jembrana.

“Dengan ditangkapnya pelaku hingga bisa dilepasliarkan kembali, saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Jembrana maupun pihak lainnya yang terlibat atas kerja kerasnya mengungkap kasus jual beli penyu ilegal,” ujarnya.

Kepala Balai KSDA Provinsi Bali. R. Agus Budi Santosa mengapresiasi Kapolres Jembrana beserta jajarannya. Bahwa ini merupakan kesekian kalinya pihak dari kepolisian membantunya untuk pengungkapan kasus TSL (Temuan Satwa Liar).

“Ada 18 ekor ini kita lepaskan semua atas izin dari penyidik. Untuk satwa semuanya dari jenis yang sama penyu hijau, 1 jantan dan 17 betina. Untuk yang betina sudah kita USG tidak ada telor didalamnya, ada 2 yang ada tumornya akan tetapi tumornya sudah kita angkat jadi sekarang sudah tidak ada lagi tumornya,” ungkap Agus Budi.

BACA :  Bupati Giri Prasta Apresiasi Seniman Drama Gong Lawas, Jaga Eksistensi Seni Pertunjukan Tradisional dan Seni Drama Gong

Pihaknya menjelaskan satwa yang akan diliarkan itu ada syarat-syaratnya, salah satunya harus sehat jasmani dan rohani serta organ tubuhnya harus lengkap dan juga di harus mampu hidup di alam liar.

“Setelah kita lakukan asesmen dengan tim dokter hewan dan juga dibantu JSI dan UNUD kita yakini bahwa ini sudah layak di lepas liarkan. Astungkara hari ini kita lepaskan semuanya. Kita harus pastikan semua yang kita lepaskan memang layak untuk di lepas liarkan sehat dan mampu bertahan di alam liar,” tandasnya.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular