Jumat, Juni 21, 2024
BerandaBuleleng200 Peserta Ikuti Buleleng Bonsai Festival, Ada Bonsai Harganya Sampai 285 Juta

200 Peserta Ikuti Buleleng Bonsai Festival, Ada Bonsai Harganya Sampai 285 Juta

BULELENG, balipuspanews.com – Sebanyak 200 pecinta bonsai dari berbagai Kabupaten di Bali ikut dalam event Buleleng Bonsai Festival. Bahkan dari jumlah tersebut mereka masing-masing membawa pohon bonsai dengan rentang harga Rp 1 Juta hingga Rp 285 Juta.

Ketua Panitia kegiatan, Ketut Windu Saputra mengatakan acara Buleleng Bonsai Festival dilaksanakan selama seminggu dari mulai dari tanggal 12 Maret sampai 18 Maret 2023 melibatkan sekitar 200 pecinta bonsai dari masing-masing kabupaten di Bali.

Dimana masing-masing membawa tanaman bonsai terbaik mereka untuk dipamerkan dalam serangkaian event menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Singaraja yang jatuh pada 30 maret mendatang.

Tanaman-tanaman bonsai yang di bawa para pencinta bonsai berumur 25 sampai 78 tahun yang ikut event, hampir 70 persen berasal dari dari proses budidaya sendiri dan 30 persen berasal dari alam.

Sehingga dengan adanya kegiatan pameran-pameran seperti itu, Ia berharap bisa menyampaikan pesan agar kedepan untuk membuat sebuah bonsai para pecinta bonsai jangan sampai merusak alam.

BACA :  Diduga Korsleting Listrik, Ruko Lantai 3 di Kuta Kebakaran

“Kalau soal harga bonsai dalam kegiatan ini ada tertinggi itu Rp 285 Juta dan terendah ada Rp 1 Juta. Tidak ada yang dibawah itu, sebab potnya saja harganya Rp 300 ribu yang biasa apalagi yang keramik.

Cuma kita berharap lewat kegiatan ini para pecinta bonsai nanti agar bisa menjaga alam dengan membudidayakan bonsai bukan malah mencari hingga merusak alam,” ungkapnya.

Sementara itu, PJ Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana menyampaikan semenjak pandemi Covid-19 melanda, para pecinta tanaman bonsai justru malah berkembang.

Menurutnya ini dikarenakan, pembatasan kegiatan di luar rumah sehingga masyarakat melakukan kegiatan produktif yang dapat mengisi hari-hari seperti menghias rumah dengan tanaman bonsai.

“Pandemi Covid-19 kemarin justru ini lebih berkembang. Selain bonsai, ada pertanian hidroponik, itu berkembang kembali. Setelah itu UMKM berkembang pesat. Itu sisi positif dari kemarin ada pandemi covid,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, saat ini tanaman bonsai bukan hanya menjadi hobi, tapi juga telah berkembang pada sektor bisnis. Ini terbukti dengan harga tanaman bonsai yang terbilang cukup mahal.

BACA :  Berenang di Pantai Kelingking Beach Nusa Penida, WNA Qatar Meregang Nyawa

“Karena begitu pesatnya perkembangan bonsai di Buleleng maka perlu kita wadahi. Perlu difasilitasi dalam bentuk event tahunan. Mungkin nanti dibuat rutin, menjelang HUT Kota Singaraja,” imbuhnya.

PJ Bupati Lihadnyana juga berkesempatan untuk memilih satu tanaman bonsai sebagai tanaman terfavorit. Dan pilihannya jatuh pada tanaman bonsai Sentigi yang menurutnya bonsai tersebut memiliki tingkat perawatan yang sangat susah.

“Yang pertama karena itu adalah sentigi. sentigi itu paling susah dibandingkan dengan kimeng, sanca, yang berikutnya agak susah juga enting putri.

Kalau dibandingkan dengan loa, itu paling susah. Itu harus diberikan air laut, kalau tidak harus diberi garam air (untuk menyiram). sampai sehebat, sebagus begitu. Tingkat kesulitannya tinggi,” jelasnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular