Warga Binaan Lapas Singaraja Siap Ikuti ANBK Program Paket C

- Advertisement -
- Advertisement -

BULELENG, balipuspanews.com – Sebanyak 22 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang tergabung dalam Program Paket C Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Singaraja bersiap akan mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) pada tanggal 24-25 Agustus 2024.

Sebelum itu, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Buleleng sebagai pihak yang memfasilitasi ANBK melaksanakan gladi bersih yang dimulai sejak tanggal 11-12 Agustus 2024 di Ruang Komputer SKB Buleleng. Dalam kegiatan tersebut masing-masing WBP diawasi juga oleh petugas dari Lapas Singaraja.

Kepala Sekolah Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) SKB Kabupaten Buleleng menyampaikan pelaksanaan ANBK akan diikuti sebanyak 22 orang WBP selama dua hari yang akan berlangsung pada tanggal 24-25 Agustus 2024 mendatang. Untuk di hari pertama gladi bersih hanya diikuti oleh dua WBP dari total 22 siswa SKB program paket C, sebab sisanya hanya mendapatkan izin selama sehari.

“Kegiatan ini adalah program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai bahan evaluasi pembelajaran yang sudah dilakukan pada SPNF-SKB. Selanjutnya terkait pelaksanaan utama akan dilaksanakan pada tanggal 24-25 Agustus 2024,” terang dia.

BACA :  ‎KONI Bali Tinjau Kesiapan Venue Porprov XVII di Buleleng, Anggaran Perbaikan Disiapkan Rp28 Miliar

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Singaraja I Wayan Putu Sutresna menyebut saat ini WBP yang akan mengikuti kegiatan kesetaraan pendidikan kejar paket sebanyak 24 orang. Kegiatan kejar paket Lapas Kelas IIB Singaraja kata dia adalah salah satu implementasi dari pemenuhan hak WBP dalam pemenuhan pendidikan.

Bahkan semua itu, sebagaimana terkandung dalam pasal 7 dan 9 UU No. 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan bahwasanya WBP berhak mendapatkan pendidikan dan pengajaran. Untuk itu ke depan kegiatan Kejar Paket ini akan terus dilaksanakan dengan terencana dan sistematis.

“Program ini bertujuan untuk mengakomodir WB putus sekolah serta yang memiliki keterbatasan untuk melanjutkan pendidikan. Hal ini agar menghasilkan pembinaan yang maksimal dan mereka (WBP, red) keluar dari Lapas dapat menyadari kesalahannya dan bertekad untuk menjadi manusia yang berguna,” pungkas dia.

Penulis : Nyoman Darma  

Editor : Oka Suryawan 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular