23 Orang Terjaring Melanggar Protokol Kesehatan dalam Operasi Yustisi Covid-19 di Denpasar Barat

Tim yustisi Kodya Denpasar saat melakukan penegakan hukum prokes di Denpasar Barat. Dalam operasi itu, 23 orang terjaring melanggar Prokes
Tim yustisi Kodya Denpasar saat melakukan penegakan hukum prokes di Denpasar Barat. Dalam operasi itu, 23 orang terjaring melanggar Prokes

DENPASAR, balipuspanews.com – Petugas operasi yustisi penegakan hukum protokol kesehatan (prokes) Covid-19 Kota Denpasar berhasil menjaring 23 warga yang didapati melakukan pelanggaran.

Giat operasi dilaksanakan di wilayah Kelurahan Pemecutan, Denpasar Barat, Bali.Seperti di kawasan Jalan Imam Bonjol, Banjar Celagi Gendong, Jalan Gunung Batur, hingga Jalan Gunung Batukaru.

Sejak pukul 08.00 Wita dan baru saja usai pukul 10.15 Wita, petugas gabungan terdiri dari unsur TNI, Polisi, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Perangkat Kelurahan, hingga Pecalang secara mobile dan stasioner melakukan giat pemantauan dan pengawasan di sejumlah lokasi kawasan tersebut untuk menjaring dan membina warga yang masih melanggar protokol kesehatan.

“Hasil dalam giat ini terjaring 23 orang pelanggar protokol kesehatan,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga.

Dewa merinci, dari 23 orang yang terjaring operasi yustisi prokes Covid-19, 13 orang dikenakan sanksi denda Rp. 100 ribu karena sama sekali tidak memakai dan membawa masker, sedangkan 10 orang lainnya hanya diberikan pembinaan karena mengenakan masker kurang sempurna.

“Yang didenda terdapat 13 orang dan dibina ada 10 orang,” kata dia.

Adapun giat penegakan hukum protokol dalam pelaksanaannya berdasarkan Pergub 46/2020 dan Perwali 48/2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 dalam tatanan kehidupan era baru.

PENULIS : Tim Liputan Covid

EDITOR : Oka Suryawan