PSSI Buleleng Seleksi Pemain Sepak Bola

Singaraja,balipuspanews.com| Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Buleleng, mulai melakukan seleksi pemain sepak bola lapangan, untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali yang akan diselenggarakan di Gianyar pada September mendatang. Seleksi dilangsungkan di Stadion Mayor Metra Singaraja sejak Jumat 24 Februari hingga Minggu, 26 Februari 2017.

Dalam seleksi ini, Askab PSSI Buleleng menyurati 41 klub yang tercatat sebagai anggota Askab PSSI Buleleng. Masing-masing klub diminta mengirimkan pemain terbaik mereka, guna mengikuti seleksi terbuka cabang olahraga sepak bola lapangan. Antusiasme peserta pun cukup tinggi, tercatat ada 164 orang pemain dari 41 klub yang ikut ambil bagian.

Mereka harus menunjukkan kemampuan terbaik dalam mengolah si kulit bundar, di hadapan empat orang tim pelatih. Tim pelatih itu dipimpin Ida Bagus Mahayasa, mantan punggawa Gelora Dewata yang kini mengantongi lisensi pelatih nasional C. Mahayasa dibantu tiga orang asisten, yakni Candra Adinata, Ketut Mudiarta, serta Putu Suka Martika yang dipercaya melatih penjaga gawang.

Seleksi dilakukan dengan pola latihan tanding. Para pemain akan dipilih secara acak dan bermain dalam satu tim. Mereka kemudian melakukan latihan tanding di bawah pemantauan tim pelatih. Mereka harus menunjukkan kemampuan teknik, permainan individu, sekaligus kemampuan bermain dalam tim.

“Jadi hari ini akan dipilih separo dari 146 yang hadir ini. Besok akan diseleksi, dua hari lagi akan diseleksi lagi, sampai kami dapat 30 nama untuk tim porprov ini,” jelas Manajer Tim Sepak Bola Lapangan Askab PSSI Buleleng, Wayan Artanayasa kepada balipuspanews.com, Jumat,24 Februari, kemarin.

Dalam proses seleksi, tercatat ada 15 orang pemain yang berasal dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja. Ada pula nama-nama mantan pemain Porprov Bali 2015, seperti Joni, Surya, Yuda, dan Fauzi, yang ikut ambil bagian. Meski sempat memperkuat tim, tidak ada jaminan mereka akan lolos dalam proses seleksi.

“Ini seleksi terbuka, dan tidak ada prioritas bagi mereka yang pernah jadi tim porprov. Kami serahkan sepenuhnya kepada pelatih. Kalau pelatih menganggap ada pemain lain yang lebih layak, belum tentu mereka bisa masuk tim porprov lagi,” katanya.

Sementara itu Pelatih Kepala Tim Sepak Bola Lapangan, Ida Bagus Mahayasa menilai, sebagian besar pemain belum menunjukkan kemampuan mereka dalam bermain sepak bola lapangan. “Saya justru melihat mereka ini lebih banyak bermain dengan gaya futsal. Gaya futsal beda dengan gaya sepak bola lapangan. Ada beberapa orang yang memang menjanjikan di sepak bola lapangan, dan sudah kami pantau,” demikian Mahayasa. 

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here