Madong Hartono Kepala Seksi Pengelolaan Keuangan Desa dan Aset Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Buleleng.
sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — Sedikitnya 29 dari 129 desa di Kabupaten Buleleng terancam tak dapat mencairkan dana desa tahap III di tahun 2019 ini. Pasalnya, 29 desa tersebut tak patuh dalam membuat Laporan Realisasi Anggaran (LRA), bahkan belum bisa menyelesaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) penggunaan dana desa (DD) tahap I dan II.

Seijin Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Buleleng, Madong Hartono selaku Kepala Seksi Pengelolaan Keuangan Desa dan Aset mengatakan, memasuki penyaluran dana desa tahap III tahun 2019 di Kabupaten Buleleng, pihaknya terpaksa menunda pencairan dana desa tahap III untuk 29 desa lantaran belum memenuhi sejumlah persyaratan.

Imbuh Kasi Madong, syarat dimaksud terkait laporan realisasi anggaran dana desa tahap I dan tahap II minimal 75 persen dan capaian output (fisik) harus melewati 50 persen.

“Sementara ini kami (Dinas PMD Buleleng) menunda pencairan dana desa 40 persen di tahap III, sampai 29 desa bisa memenuhi ketentuan dan persyaratan itu,” kata Kasi Madong, Kamis (12/9).

Meski begitu, Kasi Madong memastikan secara kabupaten, pihaknya bisa mencairkan dana desa tahap III ke kas daerah karena Kabupaten Buleleng telah memenuhi persyaratan 86 persen dari target 100 persen.

“Kecuali 29 desa tersebut segera menyelesaikan LPJ-nya sebelum batas akhir pengajuan bulan September ini maka masih ada waktu mengajukan pencairan tahap III,” tegasnya.

Menurutnya, sesuai aturan, sebelum mengajukan pencairan tahap berikutnya, maka desa wajib menyetor LPJ dari realisasi penggunaan dana desa.

Contoh, untuk mendapatkan dana desa tahap II, maka desa harus menyelesaikan LPJ tahap I, begitu juga untuk mencairkan dana desa tahap III, maka desa tersebut harus terlebih dahulu menyelesaikan LPJ II, baru kemudian desa tersebut dapat mengajukan dana desa tahap III, dan pasti bisa langsung dicairkan.

“Kenyataannya LPJ realisasi tahap I dan II baru bisa diselesaikan 100 desa. Selebihnya 29 desa, masih belum. Padahal waktunya sudah tinggal beberapa minggu saja,” imbuhnya.

Ditambahkan, kesempatan atau waktu bagi 29 memang masih ada hingga akhir September ini.

“Kami pasti tunggu 29 desa ini untuk menyelesaikan laporan realisasi anggaran dana desa tahap I dan tahap II,” ungkapnya.

Harapannya, masing- masing Perbekel (kepala desa) memanfaatkan sisa waktu yang ada, termasuk mempercepat pengerjaan fisiknya, baru bisa anggaran dicairkan, dengan syarat pekerjaan dengan anggaran tahap II diselesaikan di tahun 2019 ini.

“Nah, jika belum selesai dikerjakan, maka anggaran yang ada (tahap III) akan jadi SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) dan masuk Kas Negara,” pungkasnya.

 

Untuk diketahui, pencairan dana desa dibagi dalam tiga tahap. Tahap I sebesar 20 persen, tahap II 40 persen dan tahap III 40 persen dari plafon anggaran.

Sedangkan dana desa Kabupaten Buleleng tahun 2019 sebesar Rp 124 Miliar untuk 129 desa.

Daftar 29 Desa di Kabupaten Buleleng

Kecamatan Sawan

1. Desa Giri Emas

2. Desa Galungan

3. Desa Bebetin

Kecamatan Sukasada

1. Desa Pegayaman

2. Desa Selat

3. Desa Kayu Putih

Kecamatan Buleleng

1. Desa Anturan

2. Desa Sari Mekar

3. Desa Poh Bergong

4. Petandakan

5.Pengelatan

Kecamatan Tejakula

1. Tembok

Kecamatan Kubutambahan

1. Desa Tunjung

2. Desa Tamblang

Kecamatan Gerokgak

1. Desa Pemuteran

2. Desa Penyabangan

3. Desa Musi

4. Desa Sanggalangit

5. Desa Celukan Bawang

Kecamatan Seririt

1. Desa Ularan

2. Desa Tangguwisia

3. Desa Pengastulan

4. Desa Bubunan

5. Desa Umeanyar

Kecamatan Busungbiu

1. Desa Kedis

2. Desa Kekeran

3. Desa Sepang Kelod

Kecamatan Banjar

1. Desa Tirta Sari

2. Banjar Tegeha