Kawasan Pura Batukaru yang akan dijadikan acara makedas-kedas pada HUT ke-3 balipuspanews.
sewa motor matic murah dibali

PENEBEL, balipuspanews.com –
Media Online balipuspanews setelah sukses melakukan gerakan makedas di Kabupaten Karangasem, kini menggelar kembali acara makedas-kedas di kawasan mata air Pura Batukaru, Desa Wongaya, Kec. Penebel, Kabupaten Tabanan pada hari Minggu (10/11/2019) mendatang.

Acara ini sekaligus memperingati hari Pahlawan dan hari jadi ke-3 Balipuspanews pada tanggal 14 November 2019.

“Kegiatan ini konsisten dilakukan setiap tahun, terfokus pada makedas- kedas di wilayah mata air,” kata Ketua panitia makedas-kedas dari hari untuk mata air HUT balipuspanews ke-3 I Nengah Budiarta ketika beraudensi ke rumah Bendesa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan,  I Ketut Sucipto, Kamis (20/6).

Mekedas-kedas (bersih-bersih) adalah upaya untuk memelihara diri dan lingkungan dari segala yang kotoran utamanya sampah, hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan dan melestarikan kehidupan yang sehat dan nyaman. Mekedas-kedas diambil sebagai salah satu langkah mengajak para generasi muda atau kaum millenial untuk mencintai sekaligus melestarikan lingkungan.

Kenapa mata air menjadi perhatian penuh dari media online balipuspanews, karena mata air adalah sumber kehidupan yang patut dilestarian keberadaannya sekaligus mencegah terjadinya pencemaran lingkungan akibat sampah plastik.

“Mata hati itu adalah sumber inspirasi, mata air itu adalah sumber kehidupan. Dua mata ini diharapkan menjadi suatu spirit agar memunculkan nurani mata hati yang menginspirasi para milenial untuk melestarikan mata air dari sampah plastik yang juga menjadi salah satu bagian dari visi Gubernur Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” jelas pria asal Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Karangasem.

Lebih jauh dikatakan Budiarta pada acara itu sekaligus memperkenalkan logo Balipuspanews yang baru serta tageline “Dari Mata Hati Menginspirasi Laksana Mata Air” yang bisa senantiasa menjadi sumber kehidupan umat manusia.

Bendesa Adat Wongaya I Ketut Sucipto menyambut baik hajatan makedas-kedas yang dilakukan di lingkungannya, terlebih dilakukan di kawasan suci Pura Sad Kahyangan Batukaru.

Sucipto menerangkan, sebelumnya pihak Desa juga melakukan langkah peduli terhadap sampah. Dengan memberikan kantong sampah kepada masyarakat untuk menampung sampah dirumahnya kemudian akan diambil oleh petugas yang sudah disiapkan.

Disamping itu, Sucipto juga sudah membentuk kelompok-kelompok yang peduli terhadap sumber mata air.

Lebih jauh pihaknya juga membentuk awig-awig di Desa Adat Wongaya, terkait larangan untuk membuat sumur bor yang berakibat mengurangi sumber mata air.

“Kami mendukung gerakan ini sepenuhnya, kami juga nanti akan libatkan instansi desa, baik PKK, maupun yang lainnya,” imbuh pria yang baru empat bulan dikukuhkan.

Selain itu, ia juga membutuhkan tanaman-tanaman yang bisa digunakan sebagai sarana upakara seperti pohon pisang, kelapa, dan lain-lain yang akan ditanam disekitar pura.

“Tiang membutuhkan punyan biu kayu, biu mas, punyan nyuh daksina (Kami membutuhkan tanaman pisang kayu, pisang emas, pohon kelapa),” Sucipto memungkasi. (bud/art/bpn/tim).

2 Komentar

Comments are closed.