menggelar bimtek peningkatan manajemen usaha bagi 30 Prajuru LPD se-Kabupaten Karangasem
menggelar bimtek peningkatan manajemen usaha bagi 30 Prajuru LPD se-Kabupaten Karangasem
sewa motor matic murah dibali

KARANGASEM, balipuspanews.com – Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Karangasem, melalui bidang simpan pinjam, menggelar bimtek peningkatan manajemen usaha bagi 30 Prajuru LPD se-Kabupaten Karangasem.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Karangasem, I Nengah Toya mengatakan , Bimtek prajuru LPD se Kabupaten Karangasem ini dilaksanakan selama tiga hari dari Rabu (4/9/2019) sampai dengan Jumat (6/9/2019) bertempat di ruang pertemuan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karangasem.

Nengah Toya menjelaskan, Bimtek ditujukan untuk mendukung perkembangan dan kemajuan SDM bagi prajuru LPD agar mampu bersaing dengan IKM daerah lainnya.

“Disamping itu, Bimtek ini diharapkan dapat memperkaya wawasan, pengetahuan dan ketrampilan pengelola LPD khususnya aspek manajemen usaha yang baik,sehingga perkembangan LPD di kabupaten Karangasen semakin meningkat,” jelasnya.

Dia berharap, bimbingan selama tiga hari dapat memberikan motivasi kepada para prajuru LPD untuk terus meningkatkan produk dan menumbuhkan kembangkan jiwa kewirausahaan sehingga berdampak pada kesejateraan masyarakat khususnya masyarakat Desa Adat Kabupaten Karangasem.

Dalam kegiatan ini, untuk membekali para peserta, Diskop UMKM menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten salah satunya Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri.

Narasumber lainnya, Unsur Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kabupaten Karangasem, Koordinator LPLPD Kabupaten Karangasem, Wakil Koordinator LPLPD Kabupaten Kamnsasem Ketua BKS-LPD Kabupaten Karangasem, Unsur PT. Bank BPD Bali Cabang Karangasem. Materi yang diberikan dalam Bimtek ini terdiri dari, Kebijakan Pembangunan Ekonomi Kabupaten Karangasem, Kebijakan Teknis Pengembangan LPD Pedoman Administmsi LPD dan Manajemen Kredit.

Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri yang membuka kegiatan secara resmi dalam kesempatannya mengatakan, perkembangan jumlah dan volume usaha LPD dari waktu kewaktu menunjukkan bahwa keberadaan lpd memang dibutuhkan oleh masyarakat pedesaan terutama UMK yang selama ini dilayani. sejalan dengan pesatnya perkembangan LPD, temyata disisi lain menunjukkan kinerja yang beragam dan bahkan dari waktu kewaktu terdapat LPD yang kurang sehat dan tidak sehat. oleh karena LPD mempunyai peran yang sangat strategis dalam mendorong pembangunan perekonomian pedesaan, maka diharapkan semua pihak dapat mendukung pertumbuhan LPD dan dilindungi agar mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan menjadi industri yang sehat, kuat dan produktif.

Ia menjelaskan, kehadiran dan peran LPD sudah sangat dirasakan oleh masyarakat desa. Untuk itu, LPD harus terus berbenah dan memperbaiki diri sehingga kepercayaan masyarakat tetap dan terus meningkat. LPD sebagai lembaga keuangan tradisional yang berbasis adat harus mampu menjaga dan mempertahankan roh pendirinya sekaligus mampu beradaptasi dengan perubahan jaman. LPD harus tetap ajeg dan tetap menjadi mitra strategis masyarakat desa. Agar bisa menjadi lembaga keuangan yang berkelanjutan maka LPD mau tidak mau harus mengadopsi dan beradaptasi dengan kompetensi revolusi industri 4.0 yaitu 4.c ( Collaboration, Creative, Critical Thinking dan Communication ). dengan Kompetensi 4.c yang dimiliki diharapkan kineija LPD semakin baik sehingga peran dan kontribusinya semakin bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat desa. (Rls/bpn/tim)