4 Saksi Diperiksa Atas Carut Marut Kasus Pengadaan Tanah Kantor Desa

SEMARAPURA, balipuspanews.com
Carut marut pengadaan tanah Kantor Desa Selat terus menggelinding bagai bola salju. Dari penelusuran dilapangan tampak sekali kesialan Panitia pembangunan Kantor Desa Selat yang juga Aparatur Kantor Desa Selat, Klungkung , lantaran tersandung kasus pengadaan lahan Kantor Desa setempat.

Bukan itu saja sialnya mereka didera dugaan terjadi mark-up harga pada lokasi lahan yang berada disebelah  Barat Puskesmas Selat tersebut.

Karena kasusnya diduga akan merembet kemana mana Unit 3 Subdit Reskrimsus Polda Bali menurunkan sebanyak 5 Personil yang dipimpin oleh Kanit 1 Kompol I Gede Arianta ,secara khusus memeriksa kasus dugaan korupsi pengadaan tanah gedung Kantor Desa Selat,Klungkung ini pada hari Jumat 01 Maret 2019 pukul  10.30 wita. Unit 3 Subdit Reskrimsus Polda Bali dengan mengambil tempat di Aula Polsek Klungkung  berlangsung pemeriksaan ,dengan memeriksa 4 orang saksi yang diduga terkait dengan adanya dugaan kasus Korupsi pengadaan lahan/ tanah gedung kantor Desa Selat, Kecamatan/Kabupaten Klungkung tersebut.

Kanit 1 Kompol I Gede Arianta  memimpin Tim Unit 3 reskrimsus Polda Bali ini dengan memeriksa secara marathon 4 Orang saksi untuk dimintai keterangannya antara lain  I Nyoman Kuten, I Nyoman Kartika,I Nengah Bagiarta dan Ida Bagus Saskara.Karena pemeriksaan berlangsung ketat sampai siang masih berlangsung  namun situasi disampaikan  berlangsung aman dan lancar.

Seperti pemberitaan sebelumnya  tanah lokasi bangunan Kantor Desa Selat yang sebelumnya dibeli pemilik seharga Rp 7,5 juta per are malah mampu dijual melangit dibeli oleh pihak panitia desa sebesar Rp 150 juta per are. Jelas dengan kejadian tersebut lanah seluas enam are itu pun harganya ternyata jauh terjadi mark-up dari nilai jual objek pajak (NJOP) yang seharusnya sekitar Rp 20 juta yang semestinya dibayar pihak Panitia.

Hal ini kemudian memantik Kecurigaan adanya penggelembungan harga dengan tanah dilokas banguna Kantor Desa Selat ini. Dan kisruh harga ini terungkap setelah ada masyarakat yang mengirimkan surat pengaduan ke Kejati Bali. Rupanya surat yang dikirim tanggal 3 Desember 2018 ini,mendapatkan respon cepat dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali. Untuk itu pihak Polda Bali menurunkan Timnya dipimpin Kompol I Gede Arianta, bersama dua anggotanya mendatangi Kantor Desa Selat pada Selasa, 15 Januari 2019. Pada saat itu, petugas diterima Perbekel Desa Selat Gusti Lanang Putu Ngurah Adnyana bersama Sekdesnya Ketut Ariawan, Bendesa Selat, Bendesa Tabu dan perangkat Desa Selat lainnya saat itu.

Sementara itu ditemui Kapolsek Klungkung Kompol Wayan Sarjana ,SH dihubungi menyebutkan terkait pemeriksaan saksi kasus pengadaan tanah kantor Desa Selat itu bukan diperiksa penyidik Mapolsek Klungkung.

“ Maaf saya tidak bisa berkomentar karena bukan saya sebagai penanggung jawab pemeriksaan saksi saksi tersebut. Saksi diperiksa oleh pihak Polda Bali hanya meminjam tempat di Mapolsek Klungkung,”terangnya hati hati. (Roni/bpn/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here