Lahar dingin yang membawa material dari Gunung Agung
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Karangasem, balipuspanews.com – Banyak masyarakat Karangasem yang keselamatannya terancam ketika Gunung Agung erupsi, termasuk warga yang tinggal di bantaran sungai.

Salah satunya ialah warga Desa Duda Utara, Selat, Karangasem yang tinggal di bantaran sungai Tukad Panti. Menurut salah satu warga Dusun Geriana Kangin, I Wayan Darsika, dirinya tinggal tepat di sisi barat aliran sungai. Jika terjadi banjir, maka akses untuk menyelamatkan diri terputus.

Menurut dia, bahkan beberapa waktu lalu banjir material vulkanik nyaris menerjang rumahnya. Hingga kini, dirinya terpaksa tinggal di rumah beserta empat orang anggota keluarga yakni ibunya Ni Wayan Kundri, ayahnya I Ketut Sumawa, adiknya Kadek Arnawa serta satu orang lansia Ni Wayan Ribut (70) tahun dalam keadaan sakit dan tidak mampu berjalan.

“Sebenarnya kami takut, setiap malam tidak bisa tidur. Takut tiba-tiba lahar dingn menerjang,” ujar Ni Wayan Kundri, warga yang tinggal di bantaran sungai.

Hal senada diucapkan Ni Nyoman Supadmi, salah satu warga Dusun Tukad Sabuh, yang tinggalnya hanya beberapa meter saja dari lokasi lahar dingin mengalir.

Supadmi beserta suami dan anaknya, juga merasakan ketakutan pada saat malam hari. Bahkan sempat beberapa waktu lalu sekitar pukul 23.00 Wita, Supadmi pergi kerumah kerabatnya karena dari arah hulu terdengar suara gemuruh cukup keras.

“Takut sekali apa lagi pas malam hari, ya mau gimana lagi soalnya anak sekolah makanya bertahan di sini,” kata Supadmi.

Kendati demikian, jika memang dari pemerintah mengarahkan untuk mengungsi kembali, dirinya akan mengungsi demi keamanan. Sebelumnya Supadmi mengungsi di daerah Klunglung, namun karena radius dipersempit, maka dirinya kembali pulang kerumah.

Ketika saat mendapat informasi tersebut, Camat Selat I Nengah Danu bersama Kapolsek Selat AKP I Made Sidartawan didampingi Kepala Desa Duda Utara dan seluruh kepala wilayah langsung mengunjungi lokasi warga yang berada di bantaran sungai itu.

Dalam kunjungannya, Camat Selat mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan PUPR Karangasem untuk menyediakan shelter di Lapangan Mamed Sidemen bagi warga yang berada di bantaran sungai.

“Ya kita sudah kordinasi dengan Dinas PUPR untuk disediakan shelter di Lapangan Mamed Sidemen, sesuai dengan hasil rapat waktu ini. Warga di luar radius 6 kilometer yang merasa tidak aman, diperbolehkan untuk mengungsi dan tetap ditanggung logistik,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh dari kepala wilayah masing-masing dusun, total terdapat 40 KK yang tinggal di bantaran sungai tersebut yakni, di Dusun Tukad Sabuh ada 11 KK, Dusun Geriana Kangin 7 KK dan Dusun Geriana Kauh 22 KK.

Advertisement

Tinggalkan Komentar...