Kepala desa Duda Timur Gede Pawana menerima Rekor Muri. Nampak bupati Mas Sumatri ikut mendampingi.
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Karangasem, balipuspanews.com – Inovasi teknologi Smart Desa yang digagas desa Duda Timur, Selat, Karangasem berbuah manis. Desa yang dipimpin oleh I Gede Pawana itu menyabet tiga rekor Muri karena menjadi desa pertama yang mengunakan aplikasi kependudukan secara online tanpa internet. Rekor Muri diserahkan langsung oleh  senior manager Muri, Jusuf Ngadri kepada kepala desa Duda Timur I Gede Pawana di villa Putung, desa Duda Timur, Karangasem Rabu ( 16/5) 2018.

Hadir dalam acara tersebut bupati Karangasem Gusti Ayu Mas Sumatri, wakil bupati Artha Dipa beserta jajaran OPD Karangasem. Selain itu, acara bergengsi itu juga dihadiri oleh anggota DPR RI asal Partai Demokrat Putu Supadma Rudana, anggota DPRD Bali Dapil Karangasem Ni Kadek Darmini, anggota DPRD Kabupaten Karangasem I Wayan Suastika dan I Wayan Suparta.

Kepala Desa Gede Pawana menyambut sumringah penghargaan  Muri tersebut. Pihaknya tidak menduga bisa menyabet tiga rekor sekaligus. Awalnya, demikian Pawana, pihaknya menduga hanya mendapatkan dua rekor. Masing – masing sebagai desa pertama yang menggunakan aplikasi kependudukan dan aplikasi kependudukan pertama secara online tanpa jaringan internet. Namun, pihak Muri juga memberikan rekor terhadap kepala desa sebagai penggagas pertama penerapan aplikasi kependudukan.

“ Ini sebuah tantangan dari kementrian, dimana selama ini dikatakan belum ada desa yang memanfaatkan aplikasi online untuk keperluan kependudukan. Kami desa Duda Timur memberanikan diri untuk melangkah dan mengambil kesempatan,” ujar Pawana.

Pawana menceritakan, pihaknya tidak memiliki anggaran untuk membeli aplikasi. Namun, berkat koordinasi dan bekerjasama dengan Pemkab Karangasem serta perbankan akhirnya smart desa bisa terwujud.

“ Kedepan semoga desa yang lain bisa menerapkan hal yang sama,” harap Pawana.

Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri  yang hadir ditengah penyerahan rekor Muri mengatakan, trobosan ini adalah solusi bagi semua wilayah pedesaan di Indoensia. Tak terkecuali desa yang ada di Kabupaten Karangasem. Kemajuan teknologi di jaman sekarang ini sangat penting bagi pembangunan desa seperti yang telah diamanatkan oleh Undang – undang tentang desa.

Diakui bahwa diperlukan program terencana dan pelibatan lintas sektor berbagai kerja sama dalam bingkai bersama masyarakat untuk mewujudkan Smart Desa ini. Smart Desa sesuai dengan namanya ditopang oleh seluruh komponen yang juga smart, mulai dari Smart Institusi, Smart Infrastruktur, Smart Pelayanan Langsung, Smart Teknologi dan Inovasi.

Menurutnya, untuk membangun Smart Desa atau Desa Cerdas tidak semata-mata terbatas pada kecanggihan ICT (Information, Communication dan Technology) saja, tetapi lebih utama dan perlu ditekankan adalah bagaimana konsep – konsep Smart Desa ini bisa mengubah kapasitas masyarakatnya dan tata cara mereka berinteraksi.

Bupati menambahkan, Smart Desa adalah salah satu jawaban dari kemajuan teknologi dan informasi yang memiliki tujuan memberikan keterbukaan informasi bagi masyarakat. Hal ini diharapkan mampu mendorong kemajuan Desa dalam pelaksanaan UU Desa, dimana Smart Desa ini merupakan implementasi dari salah satu dari 4 (empat) program prioritas yaitu Program Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades).

“ Saya harapkan nantinya ke depan agar desa menjadi ujung tombak pelayanan. Desa dan kepala desa jangan hanya dijadikan sorotan terkait besarnya dana desa dari pusat,” ujarnya.

Bupati Sumatri berharap agar Smart Desa bisa memberi instrumen bagi pemerintah desa untuk berinovasi melayani warga, sekaligus dari sisi akuntabilitas dan keterbukaan informasi. Serta menjadi pendorong bagi Perbekel se Kabupaten Karangasem untuk lebih berinovasi demi memajukan desanya masing – masing. ( adv/igs/sur)

 

Tinggalkan Komentar...