Suasana Tes Seleksi Tambahan di Ruang Unit IV Kantor Bupati Buleleng.
sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — Sejumlah Bakal Calon (Balon) Perbekel dari 9 desa yang ada di Kabupaten Buleleng, yakni Desa Panji, Desa Patas, Desa Penyabangan, Desa Pengulon, Desa Pegayaman, Desa Kayuputih, Desa Pakisan, Desa Patemon, dan Desa Sudaji, mengikuti tes tulis dalam rangka seleksi tambahan calon perbekel untuk bisa mengikuti tahap selanjutnya.
Tes ini diselenggarakan oleh Panitia Pemilihan Perbekel (Pilkel) Desa serta difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui Dinas Pemberdayaan Manusia dan Desa (PMD) Kabupaten Buleleng, bertempat di ruang rapat Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Senin (22/7).

Kepala Dinas PMD Kabupaten Buleleng, I Made Subur mengatakan, hal ini dilakukan terhadap balon perbekel yang melebihi 5 orang di beberapa desa tersebut. Tes ini dibagi menjadi 2 gelombang, gelombang pertama diikuti oleh 31 peserta, kemudian tes yang kedua diikuti 31 peserta. Untuk hasil akhirnya nanti akan ditentukan dari pengalaman sebesar 40 persen dan diambil dari hasil tes sebesar 60 persen. Artinya jika pada pengalaman dilihat bagus, utamanya pengalaman di pemerintahan, tentu akan linier dengan hasil yang akan didapatkan.

“Karena soal-soal dalam tes kali ini, sebagian besar terkait dengan pemerintahan khususnya pemerintahan desa,” katanya.

Imbuh Kadis Subur, seleksi tambahan dalam bentuk tes tulis ini adalah sesuatu yang baru dilakukan dalam proses Pilkel. Rencananya, nanti akan dikembangkan yaitu dengan menyelenggarakan layaknya assessment tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang akan diadakan pada tahun 2021 mendatang. Untuk pengalaman di pemerintahan, dapat dilihat dengan melampirkan bukti autentik  berupa Surat Keterangan (SK) kerja yang dikumpulkan ketika mendaftarkan diri sebagai balon perbekel.

“Tes akan dinilai oleh Panitia Desa dan Panitia Kabupaten, dan hasilnya diumumkan langsung setelah proses penilaian selesai,” jelasnya.

Sementara itu, sebagai peserta tes seleksi tambahan balon Perbekel yang juga saat ini masih sebagai  Anggota DPRD Kabupaten Buleleng, Made Mangku Ariawan mengungkapkan dapat menjawab sebagian soal dengan baik, walaupun ada beberapa pertanyaan yang disediakan dinilai cukup membingungkan. Tes seperti ini diharapkan dapat dilakukan juga untuk para calon anggota DPRD juga nantinya dengan mekanisme yang lebih konteks lagi, agar dapat memahami serta memperdalam materi. Dirinya mengaku ingin menemukan tantangan baru sebagai calon perbekel.

“Kalau di DPRD kan lebih ke pengawasan, nah kalau  di desa lebih ke pelaksanaan teknis, jadi tantangannya berbeda dan juga saya ingin mengabdi untuk desa di usia muda ini,” pungkasnya.