TNI POLRI, Forkompimda, PimPinan OPD, Pegawai ASN siswa SMA/SMK, SMP dan SD selaku inspektur upacara Bupati Bangli I Made Gianyar
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Bangli, balipuspanews.com – Upaya pemanfaatan Sebagai momen pengingat, momen pemacu dan momen aktualisasi nilai nilai pancasila, sekaligus dalam sebagai upaya pengamalan secara terus menerus warisan mulia para Founding Fathers untuk kemajuan Bangsa sekaligus sebagai sumbangsih Indonesia kepada masyarakat Dunia. Jumat, (1/6) di gelar upacara peringatan Hari lahirnya Pancasila, yang diikuti oleh unsur TNI POLRI, Forkompimda, PimPinan OPD, Pegawai ASN siswa SMA/SMK, SMP dan SD selaku inspektur upacara Bupati Bangli I Made Gianyar.

Sambutan Presiden RI Joko Widodo dalam Upacara Peringatan Hari Lahirnya Pancasila yang dibacakan oleh Inspektur Upacara menyampaikan, selama 73 tahun Pancasila menjadi Bintang pemandu bangsa Indonesia. Selama itu Pancasila sudah bertahan dan tumbuh di tengah deru ombak idiologi-ideologi yang berusaha menggesernya.

Selama 73 tahun Pancasila sudah menjadi rumah kita yang berbhinneka tunggal ika dan Insya Allah sampai pada akhir zaman pancasila akan terus mengalir di denyut nadi seluruh rakyat Indonesia.

Pancasila adalah berkah yang indah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada kita, melaluim perenungan, pergulatan pemikiran dan kejernihan batin para Founding Fathers Indonesia. Pancasila pertama kali di uraikan secara jelas oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, kemudian di tuangkan dalam Piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945 dan dirumuskan secara final pada tanggal 18 Agustus 1945.

Para pendiri Bangsa dari berbagai kelompok, golongan dan latar belakang duduk bersama-sama menetapkan pancasila sebagai pemersatu segala perbedaan. Pancasila sebagai falsafah dan dasar negara yang kokoh, yang menjadi fondasi dibangunnya Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Peringatan Hari lahir Pancasila di setiap tanggal 1 Juni ini harus kita manfaatkan sebagai momen pengingat, momen pemacu dan momen aktualisasi milai-nilai Pancasila.

Marilah kita terus amalkan warisan mulia para Founding Fathers untuk kemajuan Bangsa dan sekaligus juga menjadi sumbangsih Indonesia kepada masyarakat. Negara dimanapun di dunia ini akan selalu berproses menjadi masyarakat yang bineka dan majemuk. Sering kali kemajemukan ini juga dibayang bayangi oleh resiko intoleransi, ketidak bersatuan dan ketidak gotongroyongan.

Saatnya kita berbagi pengalaman dalam berbhineka tunggal ika, dalam bertoleransi serta dalam membangun persatuan dan kebersamaan.

Saatnya kita berbagi pengalaman dalam mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

“Atas nama seluruh rakyat Indonesia, saya menyampaikan terimakasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada Founding Fathers atas warisan luhur Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila yang kita nikmati saat ini, juga kepada generasi berikutnya yang telah menanamkan pemahaman dan pengalaman Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan Bernegara” pungkasnya.

Sementara Itu Bupati Bangli I Made Gianyar,SH.M.Hum.,M.Kn seusai upacara menyampaikan, Hari ini tanggal 1 Juni 2018 kita peringati hari lahirnya pancasila, pancasila digali dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang disepakati menjadi dasar negara menjadi idiologi Bangsa, kita bangsa Indonesia yang hidup pada jaman ini harus berpijak pada ideologi itu yaitu Pancasila. Idiologi yang telah disepakati dan dijabarkan menjadi 36 butir apabila dilaksanakan dengan baik maka kehidupan yang rukun tentran kerta raharja akan bisa di wujudkan di bumi Indonesia ini.

“Kepada generasi muda mari kita gelorakan dan aktualisasikan semangat tersebut sebagaimana yang telah di wariskan oleh Founding Fathers kita untuk kita maknai dan laksanakan, sebagai pijakan dalam kehidupan sehari hari,” pesanya. (rls/bpn/tim)

Tahun Pancasila Tetap Bertahan Ditengah Deru Ombak Penggeseran

Bangli, balipuspanews.com – Upaya pemanfaatan Sebagai momen pengingat, momen pemacu dan momen aktualisasi nilai nilai pancasila, sekaligus dalam sebagai upaya pengamalan secara terus menerus warisan mulia para Founding Fathers untuk kemajuan Bangsa sekaligus sebagai sumbangsih Indonesia kepada masyarakat Dunia. Jumat, (01/06) di gelar upacara peringatan Hari lahirnya Pancasila, yang diikuti oleh unsur TNI POLRI, Forkompimda, PimPinan OPD, Pegawai ASN siswa SMA/SMK, SMP dan SD selaku inspektur upacara Bupati Bangli I Made Gianyar.

Sambutan Presiden RI Joko Widodo dalam Upacara Peringatan Hari Lahirnya Pancasila yang dibacakan oleh Inspektur Upacara menyampaikan, selama 73 tahun Pancasila menjadi Bintang pemandu bangsa Indonesia. Selama itu Pancasila sudah bertahan dan tumbuh di tengah deru ombak idiologi-ideologi yang berusaha menggesernya.

Selama 73 tahun Pancasila sudah menjadi rumah kita yang berbhinneka tunggal ika dan Insya Allah sampai pada akhir zaman pancasila akan terus mengalir di denyut nadi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila adalah berkah yang indah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada kita, melaluim perenungan, pergulatan pemikiran dan kejernihan batin para Founding Fathers Indonesia. Pancasila pertama kali di uraikan secara jelas oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, kemudian di tuangkan dalam Piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945 dan dirumuskan secara final pada tanggal 18 Agustus 1945.

Para pendiri Bangsa dari berbagai kelompok, golongan dan latar belakang duduk bersama-sama menetapkan pancasila sebagai pemersatu segala perbedaan. Pancasila sebagai falsafah dan dasar negara yang kokoh, yang menjadi fondasi dibangunnya Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Peringatan Hari lahir Pancasila di setiap tanggal 1 Juni ini harus kita manfaatkan sebagai momen pengingat, momen pemacu dan momen aktualisasi milai-nilai Pancasila.

Marilah kita terus amalkan warisan mulia para Founding Fathers untuk kemajuan Bangsa dan sekaligus juga menjadi sumbangsih Indonesia kepada masyarakat. Negara dimanapun di dunia ini akan selalu berproses menjadi masyarakat yang bineka dan majemuk. Sering kali kemajemukan ini juga dibayang bayangi oleh resiko intoleransi, ketidak bersatuan dan ketidak gotongroyongan.

Saatnya kita berbagi pengalaman dalam berbhineka tunggal ika, dalam bertoleransi serta dalam membangun persatuan dan kebersamaan.

Saatnya kita berbagi pengalaman dalam mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

“Atas nama seluruh rakyat Indonesia, saya menyampaikan terimakasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada Founding Fathers atas warisan luhur Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila yang kita nikmati saat ini, juga kepada generasi berikutnya yang telah menanamkan pemahaman dan pengalaman Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan Bernegara” pungkasnya.

Sementara Itu Bupati Bangli I Made Gianyar,SH.M.Hum.,M.Kn seusai upacara menyampaikan, Hari ini tanggal 1 Juni 2018 kita peringati hari lahirnya pancasila, pancasila digali dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang disepakati menjadi dasar negara menjadi idiologi Bangsa, kita bangsa Indonesia yang hidup pada jaman ini harus berpijak pada ideologi itu yaitu Pancasila. Idiologi yang telah disepakati dan dijabarkan menjadi 36 butir apabila dilaksanakan dengan baik maka kehidupan yang rukun tentran kerta raharja akan bisa di wujudkan di bumi Indonesia ini.

“Kepada generasi muda mari kita gelorakan dan aktualisasikan semangat tersebut sebagaimana yang telah di wariskan oleh Founding Fathers kita untuk kita maknai dan laksanakan, sebagai pijakan dalam kehidupan sehari hari,” pesanya. (rls/bpn/tim)

Tinggalkan Komentar...