Sabtu, Juli 20, 2024
BerandaBuleleng80 Desa di Buleleng Ditetapkan Menjadi Kampung KB

80 Desa di Buleleng Ditetapkan Menjadi Kampung KB

BULELENG, balipuspanews.com – Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Buleleng bersinergi dengan BKKBN Provinsi Bali secara resmi melaunching 80 Desa di Kabupaten Buleleng menjadi Kampung Keluarga Berkualitas (KB) di Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja, Kamis (12/10/2023).

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Sarles Brabar menjelaskan pembentukan Kampung KB dilatar belakangi Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung KB.

Oleh karena itu seluruh desa yang ada di Bali khususnya di Buleleng harus dibentuk Kampung KB. Bahkan target dari pemerintah tersebut harus dioptimalkan, dimulai dari pembentukan perangkat di desanya untuk bisa menuju Kampung KB.

Usak perangkat selesai dibentuk, langkah selanjutnya adalah berkolaborasi dengan pemerintah daerah dengan harapan bisa bekerja bersama-sama, sehingga nantinya masyarakat bisa merasakan pelayanan yang baik dari kehadiran instansi terkait yang ada di desa.

“Karena biasanya pembangunan fisik dan non fisik itu dimulai dari desa dan kita berharap kehadiran pelayanan dari pemerintah berawal dari sana. Hari ini kita berikan sosialisasi dan pemahaman kepada Perbekelnya tentang apa manfaat dari Kampung KB,” terangnya.

BACA :  Bentengi Diri dari Tantangan Globalisasi dan Dinamika Politik dengan 4 Pilar MPR RI

Kemudian secara teknis dipaparkan Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Buleleng Nyoman Riang Pustaka dilaunchingnya 80 Desa/Kampung KB dari 9 kecamatan yang ada di Buleleng telah dilaksanakan secara bertahap sejak 2016.

“Semua dilakukan bertahap 2016 sampai 2022 sudah ada 37 desa yang dibentuk menjadi Kampung KB, 2023 sebanyak 80 desa, sisanya di 2024 akan dilanjutkan 12 desa lagi,” paparnya.

Riang bahkan menyebutkan Kampung KB merupakan rebranding dari tagline sebelumnya yaitu Kampung Keluarga Berencana. Upaya ini sejalan dengan Proyek Prioritas Nasional (Pro-PN) pemerintah yang terus memperkuat dan mengembangkan sistem, informasi dan data.

Rumah Data Kependudukan dan Informasi Keluarga (Rumah DataKu) yang merupakan kelompok kegiatan masyarakat yang berfungsi sebagai pusat data dan informasi kependudukan di tingkat mikro, untuk memenuhi kebutuhan akan data dan informasi keluarga dalam pembangunan di Kampung KB pada khususnya serta desa dan kelurahan pada umumnya.

“Jadi disini yang kita tekankan adalah peningkatan sumber daya manusianya, untuk menyambut Indonesia emas di Tahun 2045 yang sudah dicanangkan oleh Presiden kita,” sebutnya.

BACA :  Pemberitahuan Rencana Pengadaan Tanah untuk Pembangunan GOR dan Sarana Penunjang Lainnya di Desa Bakbakan, Gianyar

Namun pihaknya menggaris bawahi institusi keluarga menjadi hal yang sangat penting dan harus diintervensi oleh semua lintas sektor untuk menguatkan kualitas keluarga yang semua ini akan dibalut didalam program BKKBN yang akan berkomitmen bersama pemerintah daerah.

“Nantinya program-program yang dimiliki oleh instansi terkait bisa masuk didalam program Kampung KB yang ada di desa yang sudah ditetapkan,” harapnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular