8000 Benih Ikan Nila Ditebar Dalam Penerapan Program Mina Padi

Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan dan Dinas Pertanian menebar bibit ikan nila di lahan pertanian Dusun Mandul, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Kamis (19/11/2020).
Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan dan Dinas Pertanian menebar bibit ikan nila di lahan pertanian Dusun Mandul, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Kamis (19/11/2020).

BULELENG, balipuspanews.com – Sejumlah 8000 ekor benih ikan nila ditebar sebagai upaya pengoptimalan lahan sawah dengan program mina padi. Pola tanam mina padi adalah penggabungan antara budidaya ikan dan pertanian. Program ini dilakukan Pemkab Buleleng melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan dan Dinas Pertanian dengan menebar bibit ikan nila di lahan pertanian Dusun Mandul, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Kamis (19/11/2020).

Melalui pola tanam mina padi pemerintah yakin dapat menyuburkan lahan sawah dengan adanya kotoran ikan yang mengandung berbagai unsur hara. Selain itu, Padi yang dihasilkan adalah padi organik yang lebih sehat karena tidak menggunakan pestisida kimia. Secara ekonomis, budidaya mina padi dapat meningkatkan produktivitas lahan sawah, sebab selain tidak mengurangi hasil padi nantinya juga akan menghasilkan ikan yang sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, serta mencegah alih fungsi lahan sawah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng Gede Melandrat, SP menyampaikan program ini merupakan gagasan dari Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST dalam rangka meningkatkan produksi padi dengan pola mina padi dan pemasangan jaring diatas tanaman padi agar produksi tidak terganggu oleh hama burung. Budidaya minapadi dapat diusahakan oleh pembudidaya ikan/petani dengan teknologi yang sederhana dan terus berkembang.

“Kegiatan ini tidak terlepas dari gagasan Bupati yang menginginkan pemanfaatan lahan pertanian yang dapat menciptakan peningkatan produktifitas pertanian dan perikanan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut sebanyak 8000 ekor benih ikan nila yang ditebar, akan mampu menghasilkan 1 ton ikan nila dalam waktu 6 Bulan. Sehingga nantinya ini diharapkan bisa memberikan kesejahteraan khususnya petani sekaligus berdampak baik untuk ekosistem disekitarnya.

“Tentunya ini membawa dampak yang baik dan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat petani,”imbuhnya.

Ia bahkan menambahkan dipilihnya Desa Panji sebagai tempat pelaksanaan mina padi, disebabkan Desa Panji memiliki sistem irigasi atau subak yang cukup baik, airnya belum terkontaminasi hal itu menyebabkan budidaya ini masih ramah lingkungan sekaligus nantinya beras yang dihasilkan pun beras yang bebas dari pestisida. Pihaknya juga tidak menutup kemungkinan jika ada desa lain yang ingin melakukan pola mina padi, pihaknya siap mendukung.

“Kalau ada desa lain yang juga memiliki debit air yang cukup baik, memiliki kelayakan, dan ingin melakukan pola mina padi, kami siap melakukan kegiatan yang sama,”terangnya.

Dengan demikian Desa Panji perlu didorong untuk bisa menggerakan sektor pertanian di kawasan pinggiran Kota Singaraja. Sebab jika dilihat produksi ikan saat ini pihaknya masih melihat cukup rendah dibandingkan dengan konsumsi ikan. Ini menyebabkan pihaknya sampai sekarang masih mendatangkan ikan dari kabupaten lain.

“Produksi ikan masih rendah dibandingkan konsumsi ikan, sehingga ikan masih kami datangkan dari daerah lain seperti Jembrana. Kalaupun misalnya Desa Panji mau mengolah kami akan bantu karena ini juga bagian dari tupoksi kami,”ungkapnya.

Bahkan Ia ingin memberikan tindak lanjut nantinya terkait pengolahan ikan agar lebih menarik, sebab selama ini olahan ikan air tawar masih sedikit di Singaraja. Kemudian bila nantinya proses untuk sampai ikan menjadi olahan itu sangat baik, ini akan mampu mendapatkan kontribusi hasil yang lebih baik pula.

“Sekarang tinggal memberikan pelatihan cara packing yang baik agar lebih menarik masyarakat untuk membeli,”cetusnya.

Untuk pemasaran olahan ikan, dirinya mengaku siap untuk memfasilitasi petani atau UMKM yang ingin memasarkan hasil olahannya. Ia menuturkan, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan memiliki kegiatan pada gelar pangan lokal.

“Kegiatan kita juga termasuk mendorong ekonomi mikro yang ada di desa. Jadi kegiatan yang sudah kami lakukan seperti gelar pangan lokal yang isinya produk dari UMKM, KWT, dan Kelompok Tania atau kelompok masyarakat desa. Ini merupakan salah satu ruang untuk mengapresiasi masyarakat dan mendorong masyarakat untuk bisa memasarkan produknya di daerah perkotaan,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan