BANGLI, balipuspanews.com – Dalam Operasi Ketupat Covid-19 yang dipimpin oleh AKP I Nengah Sona, SH, Minggu (25/4/2020), tercatat 15 kendaraan roda empat yang hendak mudik tidak diijinkan keluar daerah Bangli.
Kasat lantas Polres Bangli AKP I Nengah Sona, SH, mengatakan, alasan warga nekad mudik meskipun telah dilarang karena beralasan sudah tidak punya penghasilan dan pekerjaan lagi semenjak adanya wabah virus corona.
“ Selain itu, mereka juga mengatakan nantinya akan bertani di kampung halamannya. Meskipun demikian, tetap kami larang, dan mereka kami perintahkan untuk putar balik ke tempat tinggalnya yang ada di Bangli demi mematuhi himbaun dari pemerintah dan untuk kebaikan bersama,” ujar Kasatlantas.
Sementara itu, semenjak berlangsungnya Operasi Ketupat, Kasatlantas AKP I Nengah Soba, SH, mengatakan belum pernah sampai memberikan tindakan hukum kepada para pelanggar, namun baru hanya sebatas teguran saja.
Selain itu, perwira pertama itu menambahkan, selama tiga hari Operasi Ketupat ini berlangsung, sebanyak 100 lebih masker telah dibagikan kepada pengendara roda dua maupun roda empat yang tidak menggunakan masker.
“ Sementara itu, dalam Operasi Ketupat kali ini lebih mengedepankan penanggulangan dan pencegahan penularan virus corona. Serta mematuhi himbuan pemerintah terkait pencegahan penyebaran virus ini,” ucapnya.
Kasatlantas AKP I Nengah Sona, SH, berharap, dengan dilaksanakannya Operasis Ketupat kali ini semoga dapat memutus mata rantai penyebaran virus corona. (riz/tim/bpn)



