Paket Data Internet Untuk Belajar Daring Tetap Bergulir

- Advertisement -
- Advertisement -

BULELENG, balipuspanews.com – Menghadapi masa Pandemi Covid-19 yang penyebarannya masih belum juga usai dengan kasus semakin melonjak membuat proses pembelajaran daring masih terus dilaksanakan. Melihat kondisi itu Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek RI) Republik Indonesia akan melanjutkan pemberian bantuan paket data internet kepada pelajar SD, SMP, dan SMA/SMK guna menunjang kelancaran pembelajaran dalam jaringan (Daring).

 

Sementara terkait hal itu Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng Made Astika menyampaikan saat ini untuk di Kabupaten Buleleng sendiri mulai dilakukan proses pendataan secara bertahap sekaligus terhadap para murid baru. Dimana pelaksanaan pendataan tersebut dicanangkan bisa tuntas pada akhir Bulan Agustus 2021.

 

“Kita sudah mulai bergerak lakukan pendataan targetnya selesai tanggal 31 Agustus ini, sehabis itu baru dilakukan verifikasi dan validasi datanya,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (28/7/2021) pagi.

 

Ditanya soal berapa masing-masing siswa mendapatkan bantuan data, Astika memaparkan bahwa setiap tingkatan sekolah mendapatkan jumlah kuota yang berbeda-beda sesuai dengan kebijakan Kemendikbudristek RI, bantuan paket data terdiri dari satu siswa PAUD mendapat sebanyak 7 GB, satu siswa SD dan satu siswa SMP sebanyak 10 GB, dimana masing-masing data itu diperoleh setiap bulannya.

BACA :  Singaraja Open Taekwondo Championship 2026, TI Buleleng Jaring Bibit Atlet dan Persiapkan Tim Porprov

 

“Sesuai kebijakan itu pertingkatan beda-beda kalau PAUD sebanyak 7 GB, SD dan SMP itu sebanyak 10 GB dan itu dapat perbulan untuk menunjang pembelajaran daring,” ungkapnya.

 

Sementara itu, saat disinggung soal jika ada siswa yang tidak mendapatkan kuota belajar, pihaknya menghimbau agar pihak sekolah dapat memanfaatkan dana bos untuk mengcover murid yang tidak mendapatkan bantuan paket data dari Kemendikbudristek RI akibat kendala teknis seperti ganti nomor ponsel atau nomor ponsel yang tidak aktif. Sehingga tidak ada keluhan siswa terkendala dalam belajar dari karena tidak memiliki kuota internet untuk belajar. “Tim manajemen sekolah itu memprogramkan di dalam RKS (Rencana Kerja Sekolah),” tutupnya.

 

Penulis : Nyoman Darma

Editor   : Oka

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular