Ratusan Peserta Didik Baru Spenas dan SMK Teknas Ikuti MPLS

- Advertisement -
- Advertisement -

DENPASAR, balipuspanews.com – Ratusan peserta didik baru dibawah unit perkumpulan pendidikan nasional (Perdiknas) yaitu SMP Nasional dan SMK Teknologi Nasional menggelar upacara pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (15/7/2024) yang digelar di lapangan Sekolah setempat. Upacara pembukaan MPLS dipimpin Sekretaris Perdiknas Salhei Amigna Zaena.

Tujuan dari MPLS tiada lain mengenalkan peserta didik baru terhadap lingkungan sekolah maupun sarana prasarana pendukung proses pembelajaran, serta berbagai sosialisasi dari dinas kesehatan, maupun pemberian materi lainnya oleh guru-guru di sekolah.

Kepala SMP Nasional I Gusti Ayu Made Suci Astika Dewi, S.Pd., M.Pd.,
mengungkapkan, adapun peserta didik yang mengikuti MPLS sebanyak 260 peserta didik. Dari jumlah tersebut, SMP Teknas melampaui dari target yang ditetapkan. Meski antusiasme masyarakat tinggi, namun pihaknya hanya menampung peserta didik sesuai kapasitas sekolah guna memberikan kualitas pendidikan yang bermutu baik.

Atas kepercayaan orangtua siswa kepada Spenas pihaknya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Pihaknya bakal mendidik siswa melalui
sistem pendidikan karakter, agar siswa menjadi lebih mandiri, bertanggungjawab dan lebih percaya diri.

BACA :  Garam Tunnel Tak Diminati Pasar, Petani Kusamba Kembali ke Cara Tradisional

“Dengan karakter yang baik siswa memiliki kepribadian yang lebih baik,” tegasnya.

Selain itu, lanjut dia, MPLS tidak ada perpeloncoan dari sekolah ataupun Osis, MPLS lebih mengedepankan kreativitas anak-anak yang muncul dari ide-ide Osis, bagaimana peserta didik lebih nyaman, gembira maupun happy selama mengikuti MPLS selama empat hari ke depan. Melalui jargon barunya, yaitu pendidikan siswa diharapkan memiliki kepribadian yang lebih baik.

“Satukan visi, satukan misi merajut asa, sekolah keluarga, sekolah sahabat, widya sarana mahottama yang berarti pendidikan yang utama menjadikan pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.

Dalam kesempatan sama Kepala SMK Teknologi Nasional atau SMK Teknas Dr. Ni Wayan Parwati Asih, S.Pd, M.pd, menambhakan, bahwa kegiatan MPLS sekarang sedikit berbeda dengan kegiatan MPLS sebelumnya seperti penambahan materi dan narasumber berbeda.

Selain itu, MPLS saat ini dikemas lebih menarik, lebih menyenangkan, maupun lebih happy. Pasalnya, akan ada kegiatan game seru yang bakal membuat peserta didik tidak jenuh selama mengikuti MPLS seperti senam pagi, olahraga, pembersihan lingkungan di kawasan Desa Panjer.

BACA :  Duta Denpasar Sabet Sejumlah Juara di Ajang Utsawa Dharma Gita Provinsi Bali 2026

Disamping juga akan digelar sosialisasi dari Badan Narkotik Nasional (BNN) Kota Denpasar, sosialisasi tertib berlalu lintas, sosialisasi dari dinas kesehatan maupun pendidikan bela negara dari salah satu anggota DPRD Provinsi Bali.

“Melalui MPLS ini siswa diharapkan paham pendidikan karakter yang sesungguhnya, dimana siswa diberikan materi-materi untuk menumbuhkan karakter dan kepribadiannya agar lebih disiplin dalam mengenyam pendidikan menengah,” pungkasnya.

Salah satu narasumber MPLS
I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi Wedasteraputri Suyasa mengungkapkan dirinya akan memberikan materi Budaya Daerah dan Bela Negara.

Dikatakan pentingnya pengenalan terhadap budaya daerah untuk menumbuhkan kecintaan terhadap kebudayaan daerah. Dimana siswa diharapkan mampu memahami dan mengenal budaya masing-masing, dengan mengenal budaya daerah bakal menumbuhkan kecintaannya sehingga mampu menjaga, merawat dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah budaya daerah tumbuh, maka akan muncul rasa cinta yang akan berimplikasi terhadap bela negara serta akan tumbuh nasionalisme dan cinta terhadap bangsa dan negaranya.

“Melalui ini kita ingin mendidik siswa agar punya rasa nasionalis, cinta terhadap bangsa dan negara, ke depan siswa mampu menjaga bangsa dan negara ini,” tegas Anggota DPRD Provinsi Bali.

BACA :  Fraksi Golkar DPRD Bali Soroti Belanja dan Pendapatan dalam Perubahan APBD 2026

Lebih jauh disampaikan, pemahaman bela negara bukan berarti wajib militer. Bagi siswa mampu disiplin, mampu mengikuti peraturan yang berlaku di sekolah, disiplin mengikuti upacara bendera juga sudah melaksanakan bela negara serta peduli terhadap lingkungan sekolah.

Penulis: Budiarta
Editor: Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular