BADUNG, balipuspanews.com – Menjelang coblosan Pilkada serentak 27 November mendatang, KPU Bali menggelar Coffee Morning di Desa Dalung, Selasa (12/11/2024).
Pertemuan badan penyelenggara pemilu itu untuk menyampaikan informasi pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota tahun 2024.
Anggota KPU Provinsi Bali, I Gede Jhon Darmawan mengatakan, tujuan dari coffee morning ini adalah untuk sharing informasi, permasalahan, dan situasi yang terjadi terhadap proses pemilihan kepala daerah.
“Sehingga ada sinkronisasi pola pikiran antara provinsi dan kabupaten/kota, dengan proses pertemuan hari ini, yang nanti formatnya diskusi, penyampaian informasi kita bisa saling berbagi, dan jika ada permasalahan bisa kita selesaikan dan cari solusi pada hari ini, hari ini tepat 15 hari menuju hari pemungutan suara. KPU sebagai penyelenggara Pemilu sudah melakukan tahapan tahapan sesuai dengan regulasi yang ada,” ujarnya.
Menurutnya, hal Inilah yang akan disinkronkan, proses yang akan datang akan masuk ke proses pengiriman logistik yang dilakukan oleh KPU Kabupaten/Kota turun ke tingkatan desa dan TPS. Jadi ini perlu persiapan yang kuat dan begitu juga personil sudah terbentuk.
Lebih lanjut, Jhon Darmawan menyampaikan terkait pengiriman logistik, dimana Kabupaten Badung kontur secara geografisnya hampir mirip dengan Tabanan dan Buleleng karena ada gunung dan pantai.
“Nah ini tentu saja kami ingin memastikan proses pengiriman logistik terutama di daerah kawasan di Badung utara itu bisa berjalan dengan lancar. Karena memang ada tidak semua kontur di Badung Utara itu yang memang flat ya. Tapi kalau untuk kita bicara di Badung Selatan, kendalanya tentu saja adalah tingkat kemacetan dalam proses pengiriman logistik,” ungkapnya
Menurutnya, hal tersebut menjadi proses evaluasi dan supervisi monitoring dan itu sudah tersampaikan dalam proses koordinasi dalam acara coffee morning ini. Yang tentu saja akan melibatkan pihak-pihak terkait dalam proses kesiapan-kesiapan tersebut.
“Seperti cuaca hari ini kan kita berhitung di bulan November ini sudah masuk di proses mulai musim penghujan. Dan juga memang kami sudah mengingatkan kepada rekan-rekan di KPU Badung terutama melakukan proses mitigasi terhadap lokasi-lokasi TPS yang terbuka. Dalam artian tidak menggunakan sarana gedung sekolah atau balai banjar. Dan jika memang pun semi permanen, umpamanya balai banjar yang posisi terbuka agar memastikan tidak ada atau bahasa balinya itu tampias, air masuk dari atap, agar proses pemungutan suara bisa berjalan di TPS, dan tidak ada proses penghentian pelaksanaan pemungutan suara di TPS karena cuaca. Itu harapan kami. Nah tentu saja ini sudah harus jauh-jauh hari,” ujarnya.
Kolaborasi juga tadi disampaikan oleh Kapolres yang akan memerintahkan jajaran di tingkat Babin Kamtibmas untuk melakukan proses pengecekan lokasi TPS terkait sisi keamanan, baik dari sisi keamanan yang benar dari keamanan maupun keamanan dari sisi cuaca.
Pengaruh cuaca pada proses distribusi menurut Jhon cukup berpengaruh, dimana pihaknya tidak ingin logistik mengalami kebasahan, dan juga tidak ingin pengiriman logistik itu terhambat.
“Yang pertama, teman-teman di KPU Badung sudah melaporkan bahwa proses pengiriman logistik akan menggunakan truk tertutup dalam artian truk box. Saya kira ini akan lebih aman dibandingkan dengan menggunakan truk yang menggunakan terpal. Perjalanan kalau kami hitung dari lokasi Budang menuju yang terjauh saja di Pelage itu kurang lebih sekitar 1-2 jam proses pengiriman dan itu biasanya hampir hujan setiap hari. yang di kawasan Badung Utara,” ujarnya.
Sedangkan tambah Jhon, untuk yang di kawasan Badung Selatan ini kendalanya macet, tentu saja walaupun dalam proses pengiriman logistik dengan menggunakan pengawalan dari pihak kepolisian.
Sementara itu Ketua KPU Kabupaten Badung, I Gusti Ketut Gede Yura Arsana Putra menambahkan persiapan logistik KPU Badung sampai hari ini hampir 99 persen.
“Jadi semua sudah siap kami hanya menunggu 20 lembar Daftar Pasangan Calon (DPC) yang untuk pemilihan gubernurnya kalau bupatinya sudah lengkap itu. Sudah dikirim dari Solomurni tempat di produksinya kemungkinan minggu ini sudah sampai, jadi kalau DPC itu kan di luar kota nanti turunnya itu di luar kota jadi tinggal diisi saja,” ungkapnya
Mengenai proses pengepakan disampaikan Yura Arsana sudah selesai dilakukan, tinggal dilanjutkan proses segel dan proses segel harus seijin dari KPU Provinsi.
“Seperti yang saya katakan kalau segel, kita di berikan waktu tanggal 17 atau 18. Kalau sudah di segel, kemudian ditutup. Dan kami akan menurunkan pada tanggal 25 Nopember nanti, karena apabila terlalu lama di desa itu juga beresiko juga,” ujarnya.
Lanjutnya, terkait simulasi akan dilaksanakan di tanggal 17 Nopember bertempat di TPS 4 Tibubeneng dan mengenai distribusi logistik di Badung Selatan yang terkendala macet, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
“Supaya ketika turunnya sudah dengan box tertutup, memang pengawalannya sudah harus dipastikan ada,” tutupnya.
Penulis : Kadek Adnyana
Editor : Oka Suryawan



