Jiwa Garden Ajak Semua Pihak Terlibat Restorasi Lingkungan

- Advertisement -
- Advertisement -

BADUNG, balipuspanews.com – Jiwa Community Garden menggelar Preserve Canggu’s Green Oasis: Jiwa Garden’s Membership Launch Day, Sabtu (23/8/2025) di Canggu.

Djuca Terenzi, Co Founder Jiwa Garde
Djuca Terenzi, Co Founder Jiwa Garde

Acara ini menjadi momentum penting yang mempertemukan masyarakat, organisasi lingkungan, bisnis berkelanjutan, dan pengembang properti untuk bersama-sama membayangkan masa depan urban Bali yang berkelanjutan.

Perayaan tersebut menandai peluncuran resmi program keanggotaan Jiwa, yang mengajak individu, keluarga, dan pelaku usaha mendukung restorasi lingkungan serta memperkuat ketahanan komunitas di Bali.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan para pendiri Jiwa, kemudian tur kebun yang menampilkan fasilitas kompos, sistem permakultur, dan ruang edukasi.

Panel pertama bertajuk Ruang Hijau & Pengembangan Komunitas membahas peran kearifan lokal Bali, permakultur, dan perencanaan kota dalam menciptakan komunitas tangguh.

“Ini bukan hanya untuk bumi, tetapi juga untuk kita semua,” ujar Kristina Komala dari Teman Sayur, menekankan pentingnya ruang hijau bagi kehidupan manusia.

Sementara itu, Tito Triputra dari Kebun Raya ‘Eka Karya’ Bali menegaskan, “Ruang hijau bukan pilihan, tetapi kewajiban regulasi,” merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 tentang Bangunan Gedung.

BACA :  Bupati Badung Cup Bali 2026 Jadi Ajang Pemanasan Wushu Buleleng Jelang Porprov 2027

Jelle Therry dari Urban Nature menambahkan, “Berhenti melihat hijau sebagai hiasan, lihatlah alam sebagai modal!”

Panel kedua bertajuk Properti & Pembangunan Berkelanjutan menghadirkan Heruanda Barabah (Eco Mantra), Tobi Klanner (Altarize), Djuca Terenzi (Jiwa Garden), dan insinyur berkelanjutan Rob Dubois.

Diskusi menyoroti bagaimana pesatnya pembangunan properti di Bali dapat berjalan selaras dengan pelestarian ekologi melalui desain berkelanjutan dan investasi yang bertanggung jawab.

Selain diskusi, festival ini juga menghadirkan beragam kegiatan interaktif dan ramah keluarga, mulai dari sesi berkebun, lokakarya Black Soldier Fly bersama Umah Pupa, hingga Kelas Kokedama, teknik menanam dengan lumut khas Jepang yang dipandu Kebun Raya Eka Karya Bali.

Ada pula permainan kemerdekaan tradisional serta permainan bertema keberlanjutan dari EcoGames.net.

Pada malam hari, pemutaran film dari The Rahayu Project dan Kebun Berdaya menampilkan kisah lokal tentang kepedulian lingkungan dan inovasi komunitas.

Sepanjang acara, program keanggotaan Jiwa diperkenalkan, memberikan akses bagi anggota untuk mengikuti lokakarya, membangun jaringan komunitas, serta berperan aktif dalam membentuk masa depan Jiwa Garden.

BACA :  Purbaya Dicopot dari Menteri Keuangan, Digantikan Suahasil Nazara

“Ini lebih dari sekadar peluncuran, ini adalah ajakan untuk bertindak,” ujar Lenny, salah satu pendiri Jiwa.

“Dengan pembangunan yang mendesak dari segala arah, Jiwa berdiri sebagai benteng hijau publik terakhir di Canggu. Hari ini membuktikan bahwa bersama-sama kita bisa melindungi dan memperluas ruang yang memberi kehidupan bagi manusia dan alam, melalui keberlanjutan yang digerakkan oleh komunitas.”

Sejak berdiri pada 2020, Jiwa telah mengolah lebih dari 1,5 juta kilogram sampah organik, menghasilkan lebih dari 8.000 kilogram pangan organik, menyerap sekitar 700 metrik ton CO₂, serta melibatkan lebih dari 30.000 pengunjung dari 70 negara dalam pembelajaran lingkungan yang bersifat praktis.

Penulis : Kadek Adnyana
Editor   : Oka Suryawan 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular