Diduga Permasalahan Asmara, Dua Pelajar di Buleleng Baku H4ntam dan Berakhir Damai

- Advertisement -
- Advertisement -

BULELENG, balipuspanews.com – Aksi kurang terpuji dilakukan dua orang pelajar di Buleleng yang diketahui masih duduk di bangku SMA. Keduanya diduga nekat baku hantam di Pantai Desa Patas, Kecamatan Gerokgak karena masalah asmara, pada Jumat (12//12/2025) siang.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun video perkelahian kedua siswa dari SMAN 1 Gerokgak dengan durasi sekitar 1 menit 40 detik tersebut sempat beredar luas di media sosial. Bahkan saat melakukan aksinya mereka masih mengenakan seragam sekolah dan disaksikan beberapa siswa lainnya.

Kemudian setelah videonya beredar luas, polisi langsung bergerak cepat menelusuri informasi kedua siswa yang melakukan perkelahian. Hasilnya pihak kepolisian lantas melakukan upaya mediasi pada Sabtu (13/12/2025) bertempat di SMAN 1 Gerokgak. Proses mediasi melibatkan sekolah, orang tua keduanya, polisi, serta kedua orang bersangkutan.

“Kami sudah lakukan mediasi, permasalahan berawal dari hubungan asmara. Lalu kedua siswa ini salah paham, emosi, hingga berujung perkelahian. Kami hanya lakukan pendampingan kalau media langsung dari pihak sekolah,” ujar Kapolsek Gerokgak Kompol I Made Derawi.

BACA :  Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam, Ketua DPR Ingatkan Prioritas Pencarian dan Penyelamatan Korban

Berkaca dari permasalahan antara kedua siswa yang masih satu kelas tersebut, Kompol Derawi memberikan imbauan kepada para siswa supaya lebih mampu mengendalikan emosi, menghindari tindakan kekerasan, sekaligus bisa menyelesaikan permasalahan dengan cara yang baik dan bermartabat.

Disamping itu, langkah mediasi kata dia sebagai upaya penyelesaian permasalahan secara kekeluargaan dan bentuk pembinaan terhadap pelajar agar permasalahan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

“Melalui proses mediasi, kedua siswa yang terlibat sudah sampaikan permohonan maaf, saling memaafkan, serta menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa. Keduanya sudah sepakat berdamai dan tidak memperpanjang permasalahan, serta menerima pembinaan dan sanksi edukatif sesuai dengan tata tertib sekolah,” imbuhnya.

Kini pihak sekolah akan terus melakukan pemantauan terhadap perilaku kedua siswa bersangkutan dan meningkatkan pembinaan karakter melalui kegiatan bimbingan dan konseling. Sehingga terselesaikannya permasalahan ini, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan kondusif, serta para pelajar dapat lebih fokus pada kegiatan belajar dan prestasi.

Penulis : Nyoman Darma
Editor : Oka Suryawan 

BACA :  Terima Kunjungan Wakil PM Bulgaria, Puan Kenang Bulgarian Rose yang Dibawa Soekarno
Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular