Bule Perempuan Asal Rusia Tew4s Bundir, Diduga Depresi Kehabisan Uang

- Advertisement -
- Advertisement -

DENPASAR, balipuspanews.com – Memasuki hari kedua Bulan Januari 2026, korban bunuh diri (bundir) berjatuhan. Di wilayah Badung seorang pelajar laki-laki ditemukan tewas usai meloncat dari atas jembatan Tukad Bangkung di perbatasan antara Br. Pelaga dan Belok/Sidan Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Sedangkan di Denpasar seorang bule Rusia ditemukan tewas gantung diri di sebuah rumah di Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung, pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.

Bule perempuan inisial VT,50, ditemukan tergantung di depan garase rumah dengan seutas tali berwarna biru menjerat leher korban. Yang unik dari kematian VT, ia sempat menuliskan surat wasiat berisi nada kecaman terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin yang telah merampas seluruh harta bendanya untuk digunakan sebagai pajak perang.

Menurut PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, surat wasiat itu ditemukan di ruang tamu rumah. Surat itu bertuliskan dalam terjemahan bahasa Indonesia.

“Saya tidak punya uang lagi untuk bertahan hidup. Dulu saya berhenti bekerja karena hati nurani saya tidak mengizinkan saya membayar pajak kepada Rusia fasis untuk perang ini. Putin telah mengambil segalanya dari saya. Tidak ada hal baik di depan, jadi tidak ada alasan dan kekuatan untuk melanjutkan,” ujar korban dalam tulisan wasiat tersebut.

BACA :  Pasar Mentigi Nusa Penida Mulai Dibangun, Ditargetkan Rampung pada 2027

Masih dalam tulisan, korban meminta agar kucingnya bernama Kisa dirawat dengan baik. “Tolong rawat kucing Kisa. Beri dia makan 3 kali sehari, beri air minum dan elus dia, ya. Sisa makanan ada di kulkas. Saya biasa memberi makanan basah di tengah hari (jam 2–3 sore), makanan kering di pagi hari (jam 8–9) dan malam hari (jam 8–9). Setelah makanan basah habis, kamu bisa memberinya makanan kering saja.”

Selain itu, korban mengatakan memberikan izin untuk mendonorkan organ saya jika hal tersebut legal di Indonesia. Bahkan, ia mengiklaskan beberapa pakaian yang masih layak di dalam koper untuk disumbangkan kepada orang yang membutuhkan. Terlebih, ia mengiklaskan seluruh barang miliknya diambil, berupa perabot, peralatan rumah tangga, san peralatan dapur.

“Tolong kremasi tubuh saya atau apa pun yang tersisa setelah kemungkinan donor organ di sini di Bali. Saya ingin abu saya ditebarkan di laut. Saya telah meninggalkan 60 juta rupiah untuk kremasi. Saya yakin jumlah itu cukup. Tidak perlu upacara, lakukan dengan cepat dan tenang. Pakaian untuk prosedur jika diperlukan ada di atas tempat tidur. Tolong beri tahu saudara saya, T.G.. Terima kasih. Saya minta maaf atas semua kesulitan yang telah saya timbulkan,” ucapnya.

BACA :  Singaraja Open Taekwondo Championship 2026, TI Buleleng Jaring Bibit Atlet dan Persiapkan Tim Porprov

Aiptu Ayu menegaskan, korban kali pertama ditemukan oleh saksi Ni Wayan LT,50. Saksi LT sedang memberi makan kucing milik korban, dan melihat lampu garase masih menyala. Perempuan paruhbaya ini lantas menuju garase hendak mematikan lampu tersebut, namun setiba di garase ia melihat korban sudah dalam kondisi tergantung. Kejadian ini dilaporkan ke pemilik rumah, Made NS,63.

Petugas identifikasi Polres Badung beserta aparat Polsek Kuta Utara langsung mendatangi lokasi dan menurunkan jasad korban yang tergantung menggunakan tali sepanjang 7 meter. Petugas juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Aiptu Ayu mengatakan, di lokasi ditemukan barang milik korban berupa uang tunai dengan rincian uang seratus sejumlah Rp 60 juta, 5$ USD, 2$ SGD, dan 4400 Bath, kemudian satu unit Handphone beserta charger, dua buah pasport, dan sebuah surat wasiat.

Pemilik rumah, Made NS, menyampaikan bahwa korban pernah mengalami depresi pasca konflik Rusia dan Ukraina. Korban juga sempat dibawa ke RS Garba Med melakukan pemeriksaan. Dari keterangan dokter yang menangani mengatakan bahwa korban memang mengalami depresi. Bahkan selama di Bali, korban jarang keluar rumah.

BACA :  Jurnalis Bali Gelar Doa Bersama untuk Lima Wartawan dan Tiga Awak Kapal yang Hilang di Selat Sunda

“Korban meninggal gantung diri diduga kaena depresi. Jenazah korban kemudian dibawa menuju kamar jenazah RSUP Prof dr IGNG Ngoerah Denpasar,” pungkasnya.

Penulis: Kontributor Denpasar

Editor: Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular