GIANYAR, balipuspanews.com – Bupati Gianyar, Made Agus Mahayastra, menghadiri persembahyangan bersama dalam rangkaian Karya Agung Ngenteg Linggih, Mamungkah, Ngusaba Agung, Melaspas, Mepedagingan Pedudusan Agung Menawa Ratna Saha Taur Balik Sumpah Agung di Pura Dalem Sukaluwih, Desa Adat Batuan, Kecamatan Sukawati, Rabu (10/6/2026).
Kehadiran Bupati Mahayastra didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gianyar, Forkopimcam Sukawati, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar. Rombongan disambut prajuru adat, pengempon pura, dan masyarakat setempat sebelum mengikuti persembahyangan bersama.
Ketua Panitia Karya, I Nyoman Triyono, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Gianyar terhadap keberlangsungan Pura Dalem Sukaluwih.
Menurutnya, dukungan pemerintah sangat dirasakan masyarakat, terutama setelah pura tersebut sempat mengalami musibah kebakaran sebanyak dua kali yang berdampak pada kondisi bangunan dan sarana upacara.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati yang selama ini selalu memberikan perhatian kepada pengempon Pura Dalem Sukaluwih. Saat pura mengalami kebakaran, bantuan dari pemerintah sangat membantu proses pemulihan,” ujar Triyono.
Ia menjelaskan puncak Karya Agung akan berlangsung pada 17 Juni 2026 mendatang yang bertepatan dengan Hari Raya Galungan. Pelaksanaan karya melibatkan sekitar 300 kepala keluarga pengempon pura yang secara gotong royong turut menyukseskan seluruh rangkaian upacara.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Mahayastra menyerahkan punia sebesar Rp500 juta kepada pengempon Karya Agung Pura Dalem Sukaluwih. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu kelancaran pelaksanaan yadnya yang tengah berlangsung.
Mahayastra menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gianyar berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian adat, budaya, serta kegiatan keagamaan yang menjadi identitas masyarakat Bali.
Menurutnya, keberadaan pura tidak hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan spiritual umat Hindu, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga tradisi, nilai-nilai budaya, dan warisan leluhur yang diwariskan secara turun-temurun.
“Pemerintah Kabupaten Gianyar akan terus hadir mendukung kegiatan adat dan keagamaan masyarakat. Ini merupakan bagian dari upaya menjaga warisan leluhur sekaligus memperkuat kehidupan spiritual dan kebersamaan masyarakat,” ujar Mahayastra.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib dengan pengamanan terpadu yang melibatkan unsur TNI, Polri, serta pecalang Desa Adat Batuan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Gusti Bagus Adi Widya Utama, anggota DPRD Gianyar I Putu Febriantara, Kepala Dinas Perhubungan Gianyar I Wayan Artawan, Kepala Dinas Kebudayaan Gianyar I Wayan Adi Perbawa, serta sejumlah pejabat daerah, tokoh adat, dan masyarakat pengempon Pura Dalem Sukaluwih.
Penulis : Ketut Catur
Editor. : Oka Suryawan



