Menteri PPPA Dorong Pemberdayaan Ekonomi Perempuan melalui RBI di Desa Kalisongo

- Advertisement -
- Advertisement -

JAKARTA, balipuspanews.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mendorong pengembangan keterampilan perempuan di desa menjadi kegiatan usaha yang produktif dan berkelanjutan.

Hal ini penting untuk memperkuat kemandirian ekonomi perempuan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga. Dorongan tersebut disampaikan saat membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Ekonomi Perempuan melalui implementasi Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Kampung Cempluk, Desa Kalisongo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

“Pelatihan seperti beauty class dan menjahit ini jangan berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi usaha yang memberikan penghasilan dan manfaat nyata bagi ekonomi keluarga,” ujar Menteri PPPA.

Pelatihan yang diberikan kepada perempuan di Kampung Cempluk mencakup beauty class dan menjahit. Keterampilan tersebut dapat menjadi modal bagi perempuan untuk mengembangkan usaha sesuai dengan potensi dan kebutuhan pasar. Karena itu, pendampingan dan akses terhadap peluang usaha menjadi bagian penting agar keterampilan yang diperoleh dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi produktif.

Pemberdayaan ekonomi juga dapat memperkuat kemandirian, kepercayaan diri, dan kemampuan perempuan dalam mengambil keputusan bagi dirinya dan keluarganya. Namun, perempuan masih menghadapi berbagai hambatan untuk masuk dan bertahan dalam dunia kerja, seperti keterbatasan akses terhadap pelatihan dan modal serta norma sosial.

Hal ini tercermin dari Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan yang masih 56 persen, jauh di bawah laki-laki yang mencapai 85 persen.

“Ketika perempuan memiliki keterampilan dan penghasilan, perempuan memiliki ruang yang lebih kuat untuk mengambil keputusan bagi dirinya dan keluarganya. Penghasilan perempuan juga mendukung pendidikan anak, pemenuhan gizi, akses kesehatan, serta keberanian perempuan menentukan masa depannya,” tutur Menteri PPPA.

Menurut Menteri PPPA, penguatan ekonomi perempuan perlu berjalan seiring dengan pembagian peran yang adil di dalam keluarga. Dukungan keluarga dan lingkungan diperlukan agar perempuan dapat belajar, bekerja, mengembangkan usaha, dan merawat dirinya tanpa menanggung beban ganda.

“Perempuan tidak dapat didorong untuk semakin produktif tanpa memastikan pembagian peran di dalam keluarga berjalan adil. Ketika perempuan memiliki kesempatan untuk berkembang dan keluarga saling mendukung, manfaatnya akan dirasakan keluarga sekaligus memperkuat kehidupan masyarakat desa,” jelas Menteri PPPA.

Implementasi RBI di sejumlah daerah juga menunjukkan praktik baik dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Di Bone Bolango, RBI berkontribusi dalam upaya menekan kasus kekerasan dan perkawinan anak hingga nol kasus. Sementara itu, di Ayula Selatan, RBI mendorong digitalisasi UMKM perempuan.

“Praktik baik tersebut menunjukkan bahwa RBI dapat menjadi ruang bersama untuk menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk memperkuat perempuan secara ekonomi dan membangun lingkungan yang aman serta mendukung tumbuh kembang keluarga,” tutup Menteri PPPA.

Penulis/editor: Ivan Iskandaria.

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular