Bangunan tembok Hotel yang mangkrak di Tegal besar hancur diterjang gelombang
Bangunan tembok Hotel yang mangkrak di Tegal besar hancur diterjang gelombang
sewa motor matic murah dibali

SEMARAPURA, balipuspanews.com -Pesisir pantai di kawasan Klungkung saat ini rawan terkikis karena abrasi makin menghantui pesisir pantai di Kabupaten Klungkung. Kondisi terparah terjadi di Klungkung daratan di wilayah pesisir pantai Tegal Besar, Desa Negari, Banjarangkan, Kabupaten Klungkung.

Gelombang yang menerjang ganas kawasan tersebut bukan  hanya mengikis 20 meter jalan didaratan,juga meluluh lantakkan senderan dan tembok beberapa bangunan yang ada di pesisir pantai Tegal Besar ini seperti yang teramati Sabtu(15/6).

Tampak bangunan tembok salah satu hotel yang belum beroperasi dan berdiri di pesisir pantai Tegal Besar sudah porak poranda digulung ombak setiap saat. Kondisi terkini dari bangunan disana seperti kolam renang bagian dari hotel tersebut tampak hancur digempur ombak yang ganas tersebut. Kondisi yang sama juga terjadi bangunan paling barat dari hotel tersebut.

Tembok Senderan sepanjang 10 meter yang diharafkan akan menjadi benteng untuk  melindungi bangunan villa milik salah satu artis  ini nampak luluh lantak diterjang ombak samudra Indonesia ini.

Jebolnya bangunan tersebut diperkirakan terjadi pada  Kamis (13/6) lalu sekitar pukul 11.00 wita. Warga sekitarpun dibuat kaget ,kebetulan warga saat itu berada tidak jauh dari bangunan villa tersebut. Saking takutnya  warga berlari berhamburan menjauhi lokai Hotel . Warga memprediksi  hotel yang bangunannya mangkrak  tersebut diperkirakan bakal hancur digempur ombak.

Namun perkiraan mereka meleset malah jalan  jalan menuju pantai Tegal Besar ini yang tergerus ombak. Namun yang pasti sebagian  tembok Hotel sudah roboh tidak berbentuk lagi.

“ Adanya  ombak besar ini terjadi pada Kamis(113/6) lalu ekitar jam 11 siang. Saya sampai lari menjauh menyelamatkan diri dari warung karena awalnya terdengar suara gemuruh,” ujar salah seorang warga bernama, Jro Putu Eka Erawati.

Menurutnya sudah sekitar empat hari yang lalu ombak ganas menerjang pantai Tegal Besar ini. Namun yang  paling menghancurkan tembok bangunan Hotel ini yang terjadi pada  Kamis siang lalu. Bukan saja menghancurkan tembok bvangunan Hotel ombak juga meluluh lantakkan sebagian jalan raya menuju pesisir pantai .

Dirinya mengkawatirkan jika kondisi ini terus terjjadi dipastikan sebagian lahan pesisir bakal dicaplok ombak karena abrasi yang iintens terjadi.Kondisi  pantai Tegal Besar belakangan ini saja sudah mengikis daratan sekitar 20 meter sehingga bangunan warga yang dulunya jauh dari pantai kini ombak sudah ada didepan mata.

“Setahun lalu, warung saya masih jauh dari pesisir. sekitar 30 meter jaraknya dari pesisir. Tapi sekarang jarak warung saya udah mepet sekali dengan jalan yang jebol karena ombak ini,” bebernya sedih.

Pantai  Tegal Besar  yang biasanya sebagai tempat pemelastian ide betare kondisinya juga sudah terkikis jauh . Disisi lain  Pemkab Klungkung tahun 2019 ini hanya menggarkan dana penanganan abrasi sekitar Rp 2 Miliar. Anggaran sebesar itu ternyata hanya untuk penanganan abrasi yang ada dipesisir pantai Nusa Penida.

Dihubungi  Kepala Dinas PU, Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Klungkung, AA Lesmana Sabtu(5/6) mengatakan kalau penanganan abrasi dilakukan pihak Balai dan Sungai. Namun dirinya berharaf jika ada dana nantinya bisa dibangun tanggul pengaman pantai. Pemkab telah menggarkan dana dari APBD sekitar Rp 2 Miliar untuk penanganan abrasi. Rencananya dana itu untuk penanganan abrasi di Desa Batununggul, Kecamatan Nusa Penida saja.

“Tahun ini penanganan abrasi hanya kami lakukan di Desa Batununggul sepanjang 100 meter , karena abrasi mengancam Pura Dalem dan setra atau kuburan yang ada di Banjar Kutapang, Desa Batununggul. Jadi harus segera ditangani,” ujarnya tegas.

Lebih jauh disebutkan sepanjang  12,247 kilometer garis pantai yang tergerus abrasi dan belum bisa ditangani segera. Dari luas tersebut sekitar  6,5 kilometer di Klungkung daratan sementara  5,75 kilometer ada dipesisir pantai Nusa Penida.Secara jujur diakui nya penanganan abrasi di Klungkung sampai saat ini belum sepenuhnya bisa dilakukan saat ini. (Roni/bpn/tim)