Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Singaraja, balipuspanews.com — Entah apa terbersit di benak Komang Sudarwan (37) alias Culek hingga nekat mengacungkan sebilah parang. Bahkan, pelaku melakukan pengancaman terhadap Hartati Nurmala (38) penghuni kos di Jalan Toya Anakan, Desa Baktiseraga, Kecamatan/Kabupaten  Buleleng.

 

Akibat perbuatannya, pria yang tinggal di Jalan Pantai Indah III /7 Desa Bakti Seraga, Kecamatan Buleleng, langsung digelandang, dan mendekam di ruang tahanan Mapolsek Kota Singaraja.

 

Aksi tak terpuji bermula ketika pelaku Culek mendatangi korban Hartati Nurmala (38) di sebuah rumah kos-kosan pada Rabu (21/3) sekitar pukul 01.00 wita.

 

Kala itu, pelaku datang dan langsung menggedor pintu kos korban yang berlokasi di Jalan Toya Anakan.

 

Meski bukan sebagai aparat pemerintahan desa setempat, Culek melakukan pemeriksaan KTP terhadap penghuni kos.

 

Perbuatan konyol itupun sempat menuai komplin dari salah satu penghuni kos lantaran pelaku melakukan pengecekan KTP pada malam hari.

 

Tak terima, Culek pun dibentak penghuni kos. Setelah dibentak, Culek memilih pergi begitu saja.

 

Aksi serupa kembali diulang pada Rabu (21/3) pagi sekitar pukul 07.00 wita.

 

Culek kembali menghampiri kos-kosan tersebut dengan mengendarai sepeda motor, dan menggeber motornya dengan suara meraung-raung.

 

Kontan, suara knalpot meraung-raung membuat suasana menjadi gaduh, hingga salah membuat teman Hartati yang bernama Harni pingsan. Melihat penghuni kos pingsan, Culek pun memilih melarikan diri.

 

Ketiga kali, Culek kembali berulah dengan mendatangi kos Hartati. Kali ini, lengkap membawa sebilah parang sambil diacung-acungkan kepada korban.

 

Aksi pengancaman yang dilakukan ketiga kali itupun membuat korban mengalami ketakutan, korban pun pingsan.

 

Nah, begitu melihat korbannya pingsan, Culek kembali pergi tanpa tujuan yang jelas.

 

Aksi pengancaman itupun kemudian dilaporkan, dan anggota kepolisian Polsek Kota Singaraja langsung bergerak melakukan penangkapan.

 

Culek tanpa perlawanan, langsung digelandang ke Mapolsek Kota Singaraja untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

 

“Kami amankan pelaku karena melakukan pengancaman dengan menggunakan senjata tajam. Meski tidak sampai melukai, tapi pelaku sudah mengancam sehingga membuat orang ketakutan, sampai pingsan,” kata Kapolsek Kota Singaraja Kompol Agung Wiranata Kusuma, saat dikonfirmasi, Kamis (22/3) sore.

 

Kompol Wiranata menyebut aksi dilakukan Culek tidak jelas. Sebab, pelaku bukanlah seorang aparat pemerintahan desa setempat hingga berani meminta KTP pada malam hari.

 

“Motifnya (meminta KTP) tak jelas. Karena dia bukan aparat pemerintahan desa setempat. Tapi kita juga masih dalami, apakah pelaku saat melakukan pengancaman dalam pengaruh alkohol atau tidak, kami masih cek,” imbuhnya.

 

Atas ulahnya, pelaku dijerat dengan Undang undang Darurat No 12 tahun 1951 tentang membawa sajam ditempat bukan peruntukannya dengan ancamannya hukuman 9 tahun penjara.

Tinggalkan Komentar...