KERAMAIAN: Situasi kawasan Peliatan Ubud, Senin (14/10/2019) malam. - Foto: Ketut Catur Kusumaningrat.
sewa motor matic murah dibali

OPINI ANDA,  balipuspanews. com – Tersirat kabar bahwanya Ubud menjadi incaran kaum terorisme untuk melakukan aksi teror, hal ini teruangkap dari ditangkapnya dua orang yang merupakan terduga teroris di wilayah Bali. Dari sumber kepolisian dikatakan bahwa mereka bahkan telah melakukan survey tempat di wilayah Ubud guna melakukan aksi teror.

Lalu, ada apakah dengan Kecamatan Ubud ini? Kenapa bisa menjadi sasaran terorisme?.

Jawaban simpel nya adalah Ubud merupakan daerah pariwisata, lebihnya mungkin dapat dikatakan sebagai pusat pariwisatanya Bali. Sedikit saja ada masalah, dampaknya akan tersebar ke hampir seluruh dunia.

Para teroris yang diduga berafiliasi dengab ISIS ini mengincar tempat-tempat atau daerah tujuan wisata (DTW) yang ramai dikunjungi oleh wisatawan.

Jurnalis Balipuspanews.com sempat melakukan peninjauan serta menemui Kapolsek Ubud Kompol I Nyoman Nuryana, ada beberapa langkah yang diambil oleh pihak kepolisian dalam mengamankan wilayah Kecamatan Ubud ini pasca beredarnya informasi menjadi tempat tujuan terorisme.

Adapun beberapa poin-poin yang dikatakan oleh Kapolsek Ubud dalam antisipasi serta menjaga keamanan wilayah Ubud adalah antara lain sebagai berikut,

1. Meningkatkan patroli.
2. Sambang (dalam artian menemui wisatawan dan berbincang bincang).
3. Melakukan penggalangan terhadap tokoh-tokoh masyarakat khususnya muslim yang berada di wilayah Ubud.
4. Mensosialisasikan ke masing-masing security atau pihak keamanan hotel untuk meningkatkan kewaspadaan
5. Serta meningkatkan penjagaan di tempat-tempat keramaian terbuka maupun tertutup.

Sedangkan, Panit 3 Shabara Polsek Ubud I Ketut Puja mengatakan bahwa dari perintah pimpinan yaitu Kapolsek Ubud bahwanya sudah memberikan arahan dan perintah untuk mengintensifkan penjagaan dan patroli di Ubud.

Dari beberapa kawasan yang terdapat di Ubud, kawasan Pasar Ubud dan Monkye Forest menjadi titik fokus dari pihak kepolisian. Mengingat tempatnya cukup ramai dan banyak turis yang lebih banyak menghabiskan waktunya di tempat-tempat tersebut. (Ketut Catur)